Setelah generasi-generasi berlalu, manusia mulai menyembah berhala. Allah mengutus Nabi Nuh untuk mengajak kaumnya kembali kepada tauhid. Tapi mereka menolak. Selama 950 tahun Nabi Nuh berdakwah — siang, malam, sembunyi-sembunyi, terang-terangan. Yang beriman hanya sedikit. Bahkan istri dan satu anaknya menolak.
Akhirnya Allah memerintahkan Nabi Nuh membangun kapal besar. Kaumnya menertawakan: "Untuk apa kapal di tengah daratan?" Tapi Nabi Nuh terus membangun.
Lalu datanglah banjir besar. Air keluar dari bumi dan langit. Nabi Nuh memanggil keluarganya dan orang-orang beriman. Anaknya yang tidak beriman menolak naik kapal, berkata: "Aku akan naik gunung tinggi." Nabi Nuh memanggilnya, tapi dia tetap menolak. Anaknya pun tenggelam.
Setelah air surut, kapal Nabi Nuh berlabuh di Gunung Judi. Dari Nabi Nuh dan pengikutnya, bumi kembali dihuni manusia beriman.
Untuk anak: dakwah Nabi Nuh tidak selalu berhasil dengan cepat. Tapi dia tidak pernah menyerah. Hasil di tangan Allah, usaha di tangan kita.