Nabi Idris adalah keturunan Nabi Adam, hidup ratusan tahun setelah Adam wafat. Allah memberinya banyak ilmu: dia adalah orang pertama yang belajar menulis dengan pena, orang pertama yang menjahit pakaian, dan orang pertama yang mempelajari ilmu falak (bintang).
Allah memuji Idris dalam Al-Qur'an: "Dia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi" (QS. Maryam: 56). Idris terus-menerus berzikir, beribadah, dan menyebarkan ajaran tauhid pada zamannya.
Karena ketinggian derajatnya di sisi Allah, Allah berfirman: "Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi" (QS. Maryam: 57). Para ulama berbeda pendapat soal arti "diangkat" — sebagian menyebut Allah mengangkat ruhnya ke langit ke-empat, sebagian menyebut maknanya derajat spiritual yang tinggi.
Yang jelas: ilmu dan ibadah Nabi Idris membuatnya mulia di sisi Allah. Untuk anak: orang yang rajin belajar dan beribadah, derajatnya tinggi — bukan di mata manusia, tapi di mata Allah.