Lewati ke konten
Baby Mo
Nabi ke- 25 dari 25Nabi terakhir — diutus untuk seluruh manusia sampai akhir zaman

Nabi Muhammad ﷺ

مُحَمَّد

Yatim sejak kecil, dipercaya dengan gelar 'Al-Amin,' menerima wahyu pertama di Gua Hira, dan menyatukan jazirah Arab dalam 23 tahun.

Nabi Muhammad ﷺ lahir di Mekkah pada tahun 570 M — Tahun Gajah (lihat Surat Al-Fil). Ayahnya, Abdullah, wafat sebelum beliau lahir. Ibunya, Aminah, wafat saat beliau berusia 6 tahun. Beliau dirawat kakeknya Abdul Muthalib, lalu pamannya Abu Thalib.

Sejak muda Muhammad dikenal sebagai orang yang paling jujur. Para penduduk Mekkah memanggilnya "Al-Amin" — yang dapat dipercaya. Beliau bekerja sebagai penggembala kambing, lalu pedagang. Pada usia 25, beliau menikahi Khadijah, perempuan terpandang.

Pada usia 40, saat sedang menyendiri di Gua Hira, malaikat Jibril datang dan menyampaikan wahyu pertama: "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan." (QS. Al-'Alaq: 1)

Beliau pulang ketakutan. Khadijah menenangkannya: "Allah tidak akan menelantarkanmu. Engkau menyambung silaturahmi, jujur dalam bicara, membantu yang lemah, memuliakan tamu."

Selama 13 tahun di Mekkah, Nabi berdakwah dalam tekanan berat. Banyak yang menyiksa para sahabat awal. Akhirnya beliau dan kaum muslimin hijrah ke Madinah. Di sana, Islam berkembang. Dalam 10 tahun, jazirah Arab bersatu dalam Islam.

Yang istimewa dari Nabi Muhammad ﷺ: meski memimpin perubahan terbesar dalam sejarah manusia, beliau tetap menambal sandalnya sendiri, memperbaiki bajunya sendiri, dan duduk di lantai bersama sahabat. Ketika orang Yahudi menanyakan ciri seorang Nabi, salah satu ciri yang disebut: dia akan tidur di tikar yang sederhana.

Saat wafat di usia 63, Nabi tidak meninggalkan dinar atau dirham. Hanya meninggalkan Al-Qur'an dan sunnahnya — pedoman seluruh manusia sampai kiamat.

Untuk anak: Nabi Muhammad ﷺ adalah teladan terbaik dalam segala hal — sebagai anak, suami, ayah, pedagang, pemimpin, dan hamba Allah.

Tiga Pelajaran Utama

  1. 1

    Kepercayaan dibangun pelan-pelan dengan kejujuran setiap hari. Sampai orang memanggilmu 'Al-Amin.'

  2. 2

    Sehebat apa pun amanah yang Allah beri, tetap kerja dengan tangan sendiri — Nabi menambal sandal sendiri.

  3. 3

    Tidak meninggalkan harta saat wafat tapi meninggalkan teladan — itu warisan terbesar yang bisa kita berikan kepada anak.

Yang terkait