Maryam adalah perempuan paling mulia dalam sejarah. Dia dibesarkan di Baitul Maqdis, dirawat oleh Nabi Zakariya. Suatu hari, malaikat Jibril datang dalam wujud manusia dan menyampaikan: "Maryam, Allah memberimu kabar dengan seorang anak laki-laki. Namanya Isa al-Masih, putra Maryam."
Maryam terkejut: "Bagaimana mungkin? Aku tidak pernah disentuh laki-laki." Jibril menjawab: "Demikianlah. Allah berfirman: 'Kun, fa yakuun' — Jadilah, maka jadi."
Maryam hamil dengan kuasa Allah. Saat melahirkan di bawah pohon kurma, dalam kesepian dan ketakutan, Allah memberi pertolongan. Saat dia kembali ke kotanya membawa bayi Isa, orang-orang menuduh: "Maryam, kamu telah berbuat sesuatu yang buruk!"
Maryam tidak menjawab — dia menunjuk ke bayi. Maka bayi Isa di buaian berbicara, dengan izin Allah: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al-Kitab dan menjadikan aku seorang Nabi."
Isa tumbuh dan diutus kepada Bani Israil. Allah memberinya banyak mukjizat: menyembuhkan orang buta dan kusta, menghidupkan orang mati dengan izin Allah, membuat burung dari tanah liat yang lalu hidup. Tapi tetap saja banyak yang menolaknya.
Beberapa orang berencana membunuhnya. Tapi Allah mengangkat Isa hidup-hidup ke langit. "Mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka." (QS. An-Nisa: 157)
Muslim percaya Isa akan kembali ke bumi di akhir zaman.
Untuk anak: Isa adalah hamba Allah, bukan tuhan. Dia menghormati ibunya dan mengajak manusia menyembah Allah saja.