Nabi Yahya lahir dari doa panjang ayahnya Nabi Zakariya. Sejak masih anak-anak, Yahya sudah luar biasa — Allah memberinya hikmah (kebijaksanaan) sejak kecil.
Allah berfirman tentang Yahya: "Wahai Yahya, ambillah Al-Kitab itu dengan sungguh-sungguh." Allah memberinya hikmah selagi dia masih anak-anak. Dia berbakti kepada kedua orang tuanya. Dan dia tidak pernah sombong atau durhaka.
Yahya hidup sederhana. Dia tidak menikah. Dia banyak berpuasa dan berdoa. Dia sering masuk ke padang pasir dan beribadah sendirian. Saat orang-orang datang ke sungai Yordan untuk dimandikan (tobat), Yahya menjadi pembimbing mereka.
Yang istimewa dari Yahya: para ulama menyebut beliau termasuk nabi yang tidak pernah berbuat dosa sepanjang hidupnya — bahkan tidak juga dosa kecil. Itu kemuliaan yang sangat tinggi.
Yahya akhirnya wafat sebagai syahid — dibunuh oleh raja zalim setelah Yahya menegurnya karena ingin menikahi orang yang tidak halal baginya.
Untuk anak: hidup sederhana, tidak sombong, berbakti pada orang tua, dan tegas terhadap kebenaran — itu rangkuman hidup Nabi Yahya.