Lewati ke konten
Baby Mo
Nabi ke- 18 dari 25Anak Nabi Daud — kerajaan yang belum pernah ada sebelumnya

Nabi Sulaiman

سُلَيْمَان

Diberi kekuasaan atas jin, hewan, dan angin — tetap menyebut dirinya 'hamba yang banyak kembali kepada Allah.'

Nabi Sulaiman adalah anak Nabi Daud. Saat ayahnya wafat, Sulaiman menjadi raja. Tapi dia tidak mau jadi raja biasa. Dia berdoa: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkan kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun setelahku." (QS. Sad: 35)

Allah mengabulkan. Sulaiman diberi:

Suatu hari Sulaiman lewat dengan pasukan besar. Seekor semut berkata kepada teman-temannya: "Masuk ke sarang kalian! Jangan sampai Sulaiman dan tentaranya menginjak kalian tanpa sadar." Sulaiman mendengar dan tersenyum: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku." (QS. An-Naml: 19)

Sulaiman juga bertemu Ratu Bilqis dari Saba' (Yaman). Dia mengajaknya kepada Allah. Bilqis akhirnya beriman.

Yang luar biasa: dengan semua kekuasaan itu, Sulaiman tetap rendah hati. Dia tidak pernah lupa bahwa semua itu dari Allah. Saat wafat, dia sedang bersandar pada tongkatnya, dan tubuhnya tetap tegak — hingga rayap memakan tongkatnya.

Untuk anak: kalau Allah memberi kelebihan (pintar, kuat, kaya), tetap ingat — semua itu pinjaman.

Tiga Pelajaran Utama

  1. 1

    Doakan kelebihan, tapi kelebihan untuk mengabdi pada Allah — bukan untuk pamer.

  2. 2

    Yang paling kuat tahu cara menghormati yang paling kecil — Sulaiman senyum mendengar semut.

  3. 3

    Kekuasaan terbesar di tangan orang yang paling rendah hati.