Nabi Sulaiman adalah anak Nabi Daud. Saat ayahnya wafat, Sulaiman menjadi raja. Tapi dia tidak mau jadi raja biasa. Dia berdoa: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkan kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun setelahku." (QS. Sad: 35)
Allah mengabulkan. Sulaiman diberi:
- Kuasa atas jin — mereka tunduk membangun apa pun yang dia perintahkan.
- Kuasa atas angin — dia bisa terbang dari satu kerajaan ke kerajaan lain dalam sekejap.
- Kemampuan memahami bahasa hewan — dia tahu apa kata semut, burung, ikan.
Suatu hari Sulaiman lewat dengan pasukan besar. Seekor semut berkata kepada teman-temannya: "Masuk ke sarang kalian! Jangan sampai Sulaiman dan tentaranya menginjak kalian tanpa sadar." Sulaiman mendengar dan tersenyum: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku." (QS. An-Naml: 19)
Sulaiman juga bertemu Ratu Bilqis dari Saba' (Yaman). Dia mengajaknya kepada Allah. Bilqis akhirnya beriman.
Yang luar biasa: dengan semua kekuasaan itu, Sulaiman tetap rendah hati. Dia tidak pernah lupa bahwa semua itu dari Allah. Saat wafat, dia sedang bersandar pada tongkatnya, dan tubuhnya tetap tegak — hingga rayap memakan tongkatnya.
Untuk anak: kalau Allah memberi kelebihan (pintar, kuat, kaya), tetap ingat — semua itu pinjaman.