Saat Nabi Daud masih muda, Bani Israil berperang melawan kaum Jalut. Pasukan Jalut punya raksasa bernama Jalut — sangat besar dan menakutkan. Tidak ada yang berani melawannya.
Daud muda maju. Dengan ketapel dan satu batu kecil, dia membidik dahi Jalut. Allah mengarahkan batu itu tepat ke kepalanya. Raksasa Jalut tumbang. Pasukan musuh berlari.
Setelah itu, Daud diangkat menjadi raja Bani Israil. Allah memberinya banyak karunia: suara yang sangat indah, sehingga ketika dia membaca Zabur, gunung-gunung dan burung-burung ikut bertasbih bersamanya. Allah juga melembutkan besi di tangannya — Daud bisa membentuk baju zirah seperti membentuk tanah liat.
Yang istimewa: Daud, meski raja, makan dari hasil tangannya sendiri. Setiap hari dia membuat baju zirah dan menjual hasilnya. Itu pelajaran dari Allah: kerja halal lebih mulia daripada hidup dari fasilitas negara.
Daud juga sangat adil dalam memutuskan perkara. Tapi suatu kali dia memutuskan terlalu cepat tanpa mendengar kedua pihak. Allah menegurnya lewat ujian — dan Daud langsung bertobat.
Untuk anak: kekuatan terbesar bukan ukuran badan. Daud kecil mengalahkan raksasa karena Allah bersamanya.