Allah menciptakan Nabi Adam dari tanah, lalu meniupkan ruh ke dalamnya. Allah mengajari Adam nama-nama segala sesuatu — dan ketika para malaikat ditanya, mereka tidak tahu. Hanya Adam yang bisa menjawab. Ini menunjukkan kemuliaan manusia: bukan kekuatan atau ukuran, tapi ilmu.
Allah lalu memerintahkan para malaikat untuk sujud hormat kepada Adam. Semua sujud, kecuali Iblis. Iblis sombong: "Aku diciptakan dari api, dia dari tanah." Karena kesombongannya, Iblis diusir dari surga.
Adam dan Hawa diizinkan tinggal di surga, dengan satu larangan: jangan dekati satu pohon tertentu. Tapi Iblis membisikkan godaan, dan mereka memakan dari pohon itu. Sadar telah salah, Adam dan Hawa langsung bertobat: "Rabbana zhalamna anfusana" — "Tuhan kami, kami telah menzalimi diri sendiri."
Allah menerima tobat mereka, tapi menurunkan mereka ke bumi sebagai khalifah — bukan sebagai hukuman, tapi sebagai misi. Dari Adam dan Hawa lah seluruh manusia berasal.