Lewati ke konten
Baby Mo

Draf cerita untuk buku Baby Mo

Baby AisCerita Anak30 Oktober 2026Β·5 menit baca

Pak Telinga yang Hilang

Baby Mo

Kelinci biru Baby Ais hilang di taman. Mereka mencari ke ayunan, perosotan, dan warung. "Kita cari dulu, lalu kita serahkan ke Allah."

Pak Telinga adalah kelinci biru milik Baby Ais. Telinganya panjang sebelah, karena sering digigit waktu Baby Ais mengantuk. Ia ikut ke mana-mana: ke meja makan, ke kamar mandi (tunggu di luar), dan ke taman.

Sore itu, waktu mau pulang dari taman, Baby Ais menjerit. "Pak Telinga mana?!"

Tangannya kosong. Keranjang sepedanya kosong. Kantong Umi kosong.

Air mata Baby Ais langsung tumpah. "Pak Telinga hilang! Dia sendirian! Nanti dia kedinginan!"

Umi berjongkok dan memegang kedua bahunya. "Ais, dengar. Kita cari dulu, lalu kita serahkan ke Allah. Yuk, kita ingat-ingat. Tadi kita ke mana saja?"

Baby Ais terisak, tapi mulai berpikir. "Ayunan…"

Mereka ke ayunan. Baby Mo merangkak ke bawahnya. Ada sandal jepit, ada daun kering. Tidak ada Pak Telinga.

"Kita cari dulu," gumam Baby Ais, "lalu kita serahkan ke Allah."

"Habis itu ke perosotan!" kata Baby Mo.

Mereka ke perosotan. Baby Mo meluncur turun sambil melihat ke kiri dan ke kanan. Ada botol minum orang lain. Tidak ada Pak Telinga.

"Kita cari dulu, lalu kita serahkan ke Allah."

"Terus kita beli es di warung!"

Mereka ke warung. Ibu warung menggeleng. "Belum lihat, Nak. Nanti kalau ketemu, Ibu simpankan."

Langit mulai gelap. Mereka harus pulang. Tanpa Pak Telinga.

Malam itu Baby Ais tidak bisa tidur. Kasurnya terasa terlalu luas. Ia menangis pelan di bantal.

Umi duduk di sampingnya. "Kita sudah mencari ke semua tempat. Sekarang bagian yang kedua β€” kita serahkan ke Allah. Ada doa untuk itu: Hasbunallaahu wa ni'mal-wakiil. Cukuplah Allah bagi kita, Dia sebaik-baik penolong."

"Kalau Pak Telinga nggak kembali?" bisik Baby Ais.

Umi memeluknya. "Kalau pun tidak kembali, Allah tetap cukup untuk kita. Allah tahu Ais sedih. Allah tidak pernah kehilangan apa pun."

Baby Ais memejamkan mata. "Hasbunallaahu wa ni'mal-wakiil," bisiknya.

Lalu ada yang mengetuk pintu kamar. Baby Mo masuk sambil memeluk beruang cokelatnya β€” beruang yang tidak pernah, tidak pernah ia pinjamkan pada siapa pun.

"Ini," katanya, menyodorkan beruangnya. "Buat jagain Ais malam ini. Sampai Pak Telinga pulang."

Baby Ais tidur memeluk beruang Baby Mo.

Besok paginya, bel rumah berbunyi. Di depan pagar berdiri ibu warung β€” dan seorang anak perempuan kecil. Di tangan anak itu ada kelinci biru dengan telinga panjang sebelah, sedikit kotor, tapi utuh.

"Anak saya menemukannya di bawah bangku taman," kata ibu warung. "Dia tidak mau tidur sebelum kelincinya dikembalikan ke pemiliknya."

Baby Ais memeluk Pak Telinga erat-erat. Lalu ia menatap anak perempuan itu. "Terima kasih," katanya. "Kamu mau main ayunan sama kami nanti sore?"

Hasbunallaahu wa ni'mal-wakiil. β€” "Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Dia sebaik-baik pelindung." (QS. Ali 'Imran: 173)

Ngobrol bareng si kecil: kalau ada barang kita yang hilang, apa dua hal yang kita lakukan? (Bisikan: cari dulu… lalu serahkan ke Allah.) 🐰

Masya Allah, ceritanya selesai! ⭐

Hebat! Sekarang coba ceritakan lagi ke Umi atau Abi dengan kata-katamu sendiri.

πŸ“– Cerita berikutnya: Langit Merah Muda yang Terlewat β†’
Tema:Persaudaraan
Untuk Ayah & BundaSumber, derajat, peninjau, dan tips

Terkait cerita ini

Doa

Doa Ketika Takut & Cemas

Baca ceritanya β†’


Catatan lain