Draf cerita untuk buku Baby Mo
Baju yang Terbalik

"Aku bisa sendiri!" kata Baby Mo. Kepalanya masuk ke lubang lengan, labelnya di depan, dan Umi harus duduk di atas tangannya sendiri supaya tidak membantu.
Pagi itu Baby Mo punya pengumuman penting.
"Mulai hari ini, aku pakai baju SENDIRI!"
Umi mengangkat alis. Kaus hijau bergambar bintang sudah terlipat di kasur. "Yakin, Mo?"
"Aku bisa sendiri!"
Baby Mo memasukkan kepalanya ke dalam kaus. Dorong… dorong… Lho, kok gelap? Kepalanya ternyata masuk ke lubang lengan. Yang keluar cuma sebelah telinga.
Tangan Umi sudah bergerak mau menolong. Tapi Umi ingat: Baby Mo bilang ingin sendiri. Maka Umi melakukan sesuatu yang lucu — ia duduk di atas kedua tangannya sendiri.
"Aku bisa sendiri!" kata Baby Mo dari dalam kaus.
Ia menarik kepalanya keluar, mencoba lagi. Kali ini kepalanya muncul dari lubang yang benar! Tapi… kok ada label menggelitik dagunya? Dan gambar bintangnya ke mana?
Bintangnya ada di punggung. Kausnya terbalik — yang belakang di depan.
Baby Ais yang sedang menyisir rambut bonekanya tertawa cekikikan. "Mo, kamu kayak jalan mundur!"
Baby Mo menunduk, melihat dadanya yang polos. Bibirnya mulai bergetar. Umi masih duduk di atas tangannya. Susah sekali.
"Mau dicoba lagi, atau mau dipakai begitu dulu?" tanya Umi.
Baby Mo berpikir. Lalu ia membusungkan dada. "Begini dulu! Yang penting AKU YANG PAKAI!"
Umi tersenyum lebar, akhirnya membebaskan tangannya — untuk bertepuk. "Kalau begitu, ada doa khusus untuk orang yang baru pakai baju. Yuk."
Mereka mengucapkannya bersama, pelan-pelan:
Alhamdulillahilladzi kasani hadza wa razaqanihi min ghairi haulin minni wa la quwwah.
"Artinya," kata Umi, "segala puji bagi Allah yang memberiku pakaian ini, tanpa daya dan kekuatan dariku."
Baby Mo mengerutkan dahi. "Tapi tadi aku pakai kekuatanku, Umi. Susah banget!"
Umi tertawa. "Betul. Tapi siapa yang memberimu tangan untuk menarik? Siapa yang memberi kita baju untuk dipakai?"
Baby Mo melihat kedua tangannya. "…Allah."
"Jadi kamu yang berusaha, Allah yang memberi. Dua-duanya hebat."
Hari itu Baby Mo pergi ke warung bersama Abi dengan kaus terbalik. Bu Warung bertanya, "Wah, bintangnya di belakang, ya?" Baby Mo menjawab dengan bangga, "Aku pakai SENDIRI!"
Sore harinya, waktu ganti baju untuk mandi, Baby Mo memegang kausnya lama sekali. Ia mencari label kecil itu. Label di belakang. Bintang di depan.
Dorong… dorong… plop!
Kepalanya keluar. Bintangnya di depan. Tepat di depan.
"UMIIII!" teriaknya. "Alhamdulillahilladzi kasani hadza!"
Alhamdulillahilladzi kasani hadza wa razaqanihi min ghairi haulin minni wa la quwwah. — "Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian ini dan memberikannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku." (HR. Abu Dawud 4023, Tirmidzi 3458)
Ngobrol bareng si kecil: apa satu hal yang ingin kamu coba lakukan sendiri minggu ini? Umi dan Abi janji akan duduk di atas tangan. 👕

Masya Allah, ceritanya selesai! ⭐
Hebat! Sekarang coba ceritakan lagi ke Umi atau Abi dengan kata-katamu sendiri.
📖 Cerita berikutnya: Tujuh Kali Doa untuk Nenek →Untuk Ayah & BundaSumber, derajat, peninjau, dan tips
Terkait cerita ini
Doa
Doa Memakai Pakaian Baru
Baca ceritanya →
Catatan lain
Pelukan Tidak Pernah Habis
Sepupu bayi datang menginap, dan Umi menggendongnya sepanjang hari. "Aku juga bayi!" teriak Baby Mo. Apakah sayang Umi bisa habis?
Baby Mo & Baby AisPasukan Pemungut Sampah
Seekor burung kecil mematuk bungkus plastik di taman. Baby Mo dan Baby Ais memutuskan sesuatu — dan taman itu tidak pernah sama lagi.