Nabi Ya'qub adalah anak Nabi Ishaq. Allah memanggilnya juga "Israil," yang berarti "hamba Allah." Dia memiliki 12 anak laki-laki. Yang paling disayanginya adalah Yusuf — bukan karena ayahnya pilih kasih, tapi karena Ya'qub melihat keistimewaan ruhani pada Yusuf sejak kecil.
Saudara-saudara Yusuf yang lain iri. Mereka melemparnya ke sumur dan membawa pulang baju Yusuf yang dilumuri darah palsu, mengatakan: "Serigala memakannya."
Ya'qub menangis. Tahun-tahun berlalu. Dia tidak pernah berhenti merindukan Yusuf. Penglihatannya mulai memudar karena tangisan yang tak putus. Tapi yang luar biasa: Ya'qub tidak pernah berhenti percaya bahwa Yusuf masih hidup. Saat anak-anaknya bilang dia berlebihan, dia menjawab: "Aku hanya mengadukan kesusahanku kepada Allah."
Akhirnya, setelah belasan tahun, Yusuf yang menjadi raja Mesir bertemu kembali dengan saudara-saudaranya. Yusuf memberi mereka bajunya dan berkata: "Bawa ini, usapkan ke wajah ayah, dia akan melihat lagi."
Saat baju Yusuf diusapkan ke wajah Ya'qub, penglihatannya kembali. Mereka berkumpul di Mesir — keluarga yang lama terpisah.
Untuk anak: kesabaran orang tua adalah doa yang panjang. Allah mendengar, meski jawabannya butuh waktu.