Lewati ke konten
Baby Mo
Nabi ke- 8 dari 25Anak sulung Nabi Ibrahim — leluhur bangsa Arab dan Nabi Muhammad ﷺ

Nabi Ismail

إِسْمَاعِيل

Berusia muda saat ditinggal di lembah Mekkah — lalu menjadi sumber zam-zam dan kota suci.

Nabi Ibrahim diberi anak pertama, Ismail, dari istrinya Hajar. Atas perintah Allah, Ibrahim membawa Hajar dan bayi Ismail ke lembah tandus yang akan menjadi Mekkah. Tidak ada air, tidak ada tanaman. Ibrahim meninggalkan mereka dengan air dan kurma sedikit, lalu kembali ke Syam — atas perintah Allah.

Hajar bertanya: "Ke mana kamu akan tinggalkan kami?" Ibrahim diam. Hajar bertanya lagi: "Apakah Allah memerintahkanmu?" Ibrahim mengangguk. Hajar berkata: "Kalau begitu, Allah tidak akan menelantarkan kami."

Saat air dan kurma habis, Ismail menangis kehausan. Hajar berlari antara bukit Shafa dan Marwah, mencari air — tujuh kali. Sampai akhirnya Allah memunculkan air dari bawah kaki bayi Ismail. Itulah sumur Zamzam, yang masih mengalir sampai hari ini, 4000 tahun kemudian.

Tahun-tahun berlalu. Saat Ismail beranjak remaja, Nabi Ibrahim datang dan berkata: "Anakku, aku mimpi menyembelihmu. Bagaimana pendapatmu?" Ismail menjawab: "Wahai ayah, kerjakan apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang sabar."

Saat pisau hampir menyentuh leher Ismail, Allah menggantinya dengan domba dari surga. Bersama ayahnya, Ismail kemudian membangun Ka'bah di Mekkah.

Tiga Pelajaran Utama

  1. 1

    Kepatuhan kepada Allah lebih utama daripada kenyamanan dunia.

  2. 2

    Anak yang dibesarkan dengan cinta Allah, akan mengucap 'kerjakan, ayah' saat diuji.

  3. 3

    Allah tidak menelantarkan hamba-Nya — bahkan di tempat tandus pun bisa muncul mata air.

Yang terkait