Lewati ke konten
Baby Mo
Nabi ke- 12 dari 25Hidup di tanah Uz, sekitar zaman Bani Israil awal

Nabi Ayyub

أَيُّوب

Diuji dengan kehilangan harta, anak, dan kesehatan — tetap bersyukur sampai dipulihkan.

Nabi Ayyub dulunya orang yang sangat kaya — tanah, ternak, kebun, anak-anak yang sehat. Allah ingin menguji apakah ibadahnya tulus karena nikmat, atau karena Allah sendiri.

Pertama, hartanya hilang semua. Ayyub bersyukur: "Allah yang memberi, Allah yang mengambil. Terpujilah nama Allah."

Kedua, semua anaknya wafat. Ayyub menangis tapi berkata: "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji'uun." Tidak menyalahkan Allah.

Ketiga, tubuh Ayyub terkena penyakit kulit yang parah. Selama 18 tahun dia menderita. Hanya istrinya yang setia yang merawatnya. Orang-orang menjauhinya. Tapi setiap hari Ayyub tetap berdoa kepada Allah.

Akhirnya Ayyub berkata dengan sangat sopan kepada Allah: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku ditimpa penyakit, dan Engkau Maha Penyayang dari semua yang penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83) — perhatikan: Ayyub tidak menuntut, hanya menyampaikan keadaannya.

Allah memerintahkan Ayyub menghentakkan kakinya ke tanah. Keluarlah mata air. Allah menyuruhnya minum dan mandi dengan air itu. Penyakitnya hilang. Allah mengembalikan hartanya dua kali lipat. Allah pun mengganti anak-anaknya.

Untuk anak: orang yang paling sabar bukan yang tidak merasakan sakit — tapi yang sakit dan tetap berkata "alhamdulillah."

Tiga Pelajaran Utama

  1. 1

    Sabar bukan tidak merasa sakit. Sabar adalah tetap percaya Allah saat sedang sakit.

  2. 2

    Cara bicara kepada Allah: sopan, tidak menuntut, sampaikan keadaan.

  3. 3

    Setelah ujian yang panjang, Allah mengembalikan dengan berlipat — kalau bukan di dunia, di akhirat.