Draf cerita untuk buku Baby Mo
Terima Kasih, Pak Pos!
Paket hadiah dari Nenek datang! Baby Ais langsung ingin membukanya. Tapi ada seseorang yang lupa diberi ucapan terima kasih…
"Ting-tong!" Bel rumah berbunyi.
Baby Ais berlari ke jendela. Di depan pagar ada motor oranye dan seorang bapak dengan topi biru. Itu Pak Pos!
"Paket untuk keluarga Baby Mo," kata Pak Pos sambil mengangkat kotak cokelat dengan pita merah muda.
Umi membuka pagar dan menerima paketnya. Di kotak itu tertulis besar-besar: DARI NENEK.
"Hadiah dari Nenek!" teriak Baby Ais dan Baby Mo bersamaan.
Mereka membawa kotak itu masuk ke rumah, setengah berlari. Baby Ais sudah tidak sabar. Ia menarik-narik pitanya.
Tapi Umi berkata pelan, "Sebentar, Ais. Ada yang kita lupa."
Baby Ais berhenti. "Apa, Umi?"
"Siapa yang membawa hadiah ini jauh-jauh dari rumah Nenek ke rumah kita?"
Baby Ais berpikir. Lalu matanya membulat. "Pak Pos!"
Ia berlari kembali ke jendela. Pak Pos sudah naik ke motornya dan siap berangkat. Bajunya basah keringat. Di belakang motornya masih ada banyak sekali paket yang harus diantar.
"Pak Pos! Tunggu!" teriak Baby Ais sambil berlari ke pagar.
Pak Pos menoleh, heran.
Baby Ais berdiri di depan pagar, napasnya terengah-engah. "Pak Pos… terima kasih sudah bawa hadiah dari Nenek!"
Pak Pos diam sebentar. Lalu ia tersenyum lebar sekali, sampai kumisnya naik. "Wah, sama-sama, Nak! Sudah lama tidak ada yang lari-lari mengejar Bapak cuma untuk bilang terima kasih."
Baby Mo menyusul dengan segelas air dingin yang dibawakan Umi. "Ini untuk Pak Pos. Biar nggak haus."
Pak Pos meminum airnya sampai habis. "Alhamdulillah, segar sekali. Semoga Allah membalas kebaikan kalian."
Ia melambaikan tangan dan melaju pergi. Brrrm, brrrm. Baby Ais dan Baby Mo melambai sampai motor oranye itu hilang di tikungan.
Barulah mereka membuka paket dari Nenek. Isinya dua buku cerita bergambar, satu untuk Baby Ais dan satu untuk Baby Mo, dan sepucuk surat dengan gambar hati.
"Umi, kita juga harus bilang terima kasih ke Nenek!" kata Baby Ais.
Mereka menggambar kartu untuk Nenek: Baby Ais menggambar bunga, Baby Mo menggambar motor oranye Pak Pos. Umi menuliskan kata-katanya: "Terima kasih, Nenek. Kami sayang Nenek."
Umi memeluk mereka. "Kalian tahu? Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa berterima kasih kepada orang yang berbuat baik itu bagian dari bersyukur kepada Allah."
"Tidak bersyukur kepada Allah, orang yang tidak berterima kasih kepada manusia." (HR. Abu Dawud 4811, Tirmidzi 1954)
Baby Ais berpikir lama. Lalu ia mulai menghitung dengan jarinya. "Terima kasih Nenek. Terima kasih Pak Pos. Terima kasih Umi. Terima kasih Abi. Terima kasih Mo… Terima kasih, ya Allah!"
Keesokan harinya, kartu untuk Nenek dimasukkan ke kotak surat biru di depan rumah. Dan Baby Ais berharap, Pak Pos yang sama akan mengantarkannya.
Ngobrol bareng si kecil: siapa saja yang sudah membantu kita hari ini? Yuk, sebutkan satu per satu dan ucapkan terima kasih! 💌

Masya Allah, ceritanya selesai! ⭐
Hebat! Sekarang coba ceritakan lagi ke Umi atau Abi dengan kata-katamu sendiri.
📖 Cerita berikutnya: Pelukan Tidak Pernah Habis →Untuk Ayah & BundaSumber, derajat, peninjau, dan tips
Terkait cerita ini
Parenting
Mengajarkan Adab Sehari-Hari
Baca ceritanya →
Catatan lain