Tantrum di tengah toko

Baby Mo menjerit di lantai toko karena tidak dibelikan mainan. Umi belajar diam dulu.
Baby Mo mau mainan di rak, Umi bilang tidak. Dia langsung jatuhkan diri ke lantai toko, menjerit. Semua mata menoleh. Wajah Umi panas.
Dulu Umi akan menyerah saja biar cepat selesai. Tapi kali ini Umi jongkok, tarik napas, dan tidak ikut panik. Umi cuma bilang pelan: "Mo lagi marah ya. Umi temani sampai reda." Lalu diam. Menemani, bukan melawan.
Badai itu butuh waktu, tapi reda sendiri. Anak dua tahun belum punya rem untuk emosinya — yang dia punya cuma rem kita. Kalau kita ikut meledak, dua orang yang badai. Kalau kita tenang, dia punya pegangan.
Orang kuat bukanlah yang jago berkelahi, tapi yang menahan diri ketika marah.
Setelah reda, Umi peluk. Tidak ada ceramah. Mainannya tetap tidak dibeli — tapi Baby Mo belajar bahwa marahnya tidak menakutkan Umi, dan tidak juga menang.
Terkait cerita ini
Doa
Doa Ketika Marah
Baca ceritanya →
Catatan lain
Bulan yang Mengikuti Baby Mo
Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?
Baby Mo (2)Bismillah Dulu
Baby Mo selalu terburu-buru. Sampai ia menemukan satu kata kecil yang membuat semuanya terasa lebih berkah.