Tangan untuk menyayang, bukan memukul

Baby Mo memukul saat kesal. Umi mengajari satu kalimat yang dia ulang setiap kali.
Waktu kesal, Baby Mo memukul — Umi, lantai, kadang Baby Ais. Umi tidak balas memukul (itu cuma mengajari bahwa yang besar boleh memukul yang kecil). Umi pegang tangannya lembut dan bilang satu kalimat yang sama setiap kali: "Tangan untuk menyayang, bukan untuk memukul."
Lalu Umi tunjukkan versi benarnya: "Kalau Mo kesal, bilang atau usap, begini." Umi peragakan mengelus. Anak yang dilarang tanpa diberi gantinya akan bingung; anak yang ditunjukkan jalan keluarnya belajar.
Butuh puluhan kali. Tapi kemarin, saat kesal, Baby Mo mengangkat tangan… lalu menurunkannya dan malah memeluk. Umi hampir menangis. Kelembutan ternyata bisa diajarkan, satu kalimat tenang setiap kali.
Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam segala hal.
Tangan kecil itu masih belajar. Tapi sekarang dia tahu tangannya punya tugas yang lebih baik daripada memukul.
Terkait cerita ini
Hadis
Kelembutan menghiasi segalanya
Baca ceritanya →
Catatan lain
Bulan yang Mengikuti Baby Mo
Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?
Baby Mo (2)Bismillah Dulu
Baby Mo selalu terburu-buru. Sampai ia menemukan satu kata kecil yang membuat semuanya terasa lebih berkah.