Lewati ke konten
Baby Mo

Draf cerita untuk buku Baby Mo

Baby Mo (2)Cerita Anak23 Juni 2026·5 menit baca

Siapa yang Menciptakan Aku?

Baby Mo

Di depan cermin, Baby Mo bertanya, "Umi, siapa yang membuat aku?" Maka mereka main "penjelajah tubuh" — menemukan betapa ajaibnya ciptaan Allah.

Pagi itu Baby Mo berdiri di depan cermin, memiringkan kepala ke kiri dan ke kanan. "Umi," tanyanya, "siapa yang membuat aku? Mataku, tanganku, semuanya?"

Umi berlutut di belakangnya, ikut memandang cermin. "Allah, sayang. Allah yang menciptakanmu dengan sebaik-baik bentuk. Mau buktikan betapa hebatnya buatan Allah? Ayo main penjelajah tubuh!"

"Penjelajah tubuh?" Mata Baby Mo berbinar.

"Pos pertama: mata." Umi menutup matanya sendiri dengan tangan. "Coba pejamkan matamu. Gelap, kan? Sekarang buka." Baby Mo membuka mata, dan dunia kembali penuh warna. "Allah memberimu mata untuk melihat semua keindahan."

"Pos kedua: telinga." Umi berbisik sangat pelan, "Baby Mo sayang Umi." Baby Mo terkikik — ia mendengarnya! "Allah memberimu telinga untuk mendengar suara sayang."

"Pos ketiga: tangan." Baby Mo menggoyangkan sepuluh jarinya, lalu memegang gelas, lalu memeluk Umi erat-erat. "Allah memberimu tangan untuk bekerja dan memeluk."

"Pos terakhir," kata Umi, menempelkan tangan Baby Mo ke dadanya. Dug… dug… dug… "Jantung kecil yang berdetak tanpa pernah kamu suruh. Bahkan saat kamu tidur, ia terus bekerja. Hanya Allah yang bisa membuat yang seajaib itu."

Baby Mo menatap pantulannya di cermin dengan kagum, seakan baru berkenalan dengan dirinya sendiri. "Wah… aku ini buatan Allah."

"Iya, sayang. Dan karena Allah membuatmu dengan begitu sayang, kita berterima kasih dengan cara menjaganya dan memakainya untuk kebaikan."

Malam itu, sebelum tidur, Baby Mo berbisik, "Terima kasih, Allah, sudah membuat aku."

Allah menciptakanmu dalam bentuk yang sebaik-baiknya — maka bersyukurlah.

Sekarang, main penjelajah tubuh bareng si kecil: tunjuk mata, telinga, tangan, dan dada, lalu ucapkan, "Terima kasih, Allah." 👀👂✋💓

Terkait cerita ini

Parenting

Menanam Rasa Syukur

Baca ceritanya


Catatan lain