Draf cerita untuk buku Baby Mo
Sepeda Roda Dua
Baby Mo ingin bisa naik sepeda roda dua seperti kakak-kakak di taman. Tapi ia jatuh. Lalu jatuh lagi. Kapan ia boleh menyerah?
Di taman, ada kakak-kakak yang naik sepeda roda dua. Mereka melaju cepat, rambut mereka berkibar ditiup angin. Wuuush!
Baby Mo memandangi mereka dengan mata berbinar. "Abi, aku mau bisa naik sepeda roda dua!"
Abi tersenyum dan mengeluarkan sepeda merah dari bagasi mobil. Roda bantunya sudah dilepas. "Ayo kita coba."
Baby Mo memakai helm. Ia duduk di sadel. Kakinya di pedal. Abi memegang sadel dari belakang.
"Kayuh, Mo!"
Baby Mo mengayuh. Sepeda bergoyang ke kiri. Bergoyang ke kanan. Lalu… GUBRAK! Baby Mo jatuh ke rumput.
Lututnya tergores sedikit. Baby Mo meringis. "Aduh…"
Abi membantunya berdiri dan meniup lututnya. "Sakit, ya? Mau istirahat dulu?"
Baby Mo menggeleng. Ia naik lagi. Mengayuh lagi. Sepeda bergoyang lagi. Dan… GUBRAK! Jatuh lagi.
Sekali lagi. Jatuh. Sekali lagi. Jatuh lagi.
Kali ini Baby Mo duduk di rumput dan menangis. "Aku nggak bisa! Sepedanya nakal! Aku nggak mau lagi!"
Abi duduk di sampingnya. Mereka diam sebentar, memandangi burung yang terbang di atas pohon.
"Mo," kata Abi, "kamu tahu waktu kamu belajar jalan dulu? Kamu jatuh terus. Seratus kali, mungkin seribu kali. Tapi kamu bangun lagi, terus, terus. Sekarang kamu bisa lari."
Baby Mo menyeka air matanya. "Seribu kali?"
"Mungkin lebih," kata Abi sambil tersenyum. "Dan ada satu hal yang belum kita lakukan. Kita belum minta tolong sama Allah."
Baby Mo menengadahkan tangannya. "Ya Allah, tolong aku bisa naik sepeda. Aamiin."
Abi mengajarinya satu kalimat: "Jatuh sekali, bangun lagi. Bismillah, coba lagi!"
Baby Mo berdiri. Ia memakai helmnya lagi. Ia naik sepeda. "Bismillah," bisiknya.
Ia mengayuh. Abi memegang sadel dan berlari di sampingnya. Sepeda bergoyang… tapi Baby Mo terus mengayuh. Lurus. Lebih cepat. Lebih lurus lagi.
"Abi, jangan dilepas, ya!" teriak Baby Mo.
Tapi Abi sudah melepaskan pegangannya dari tadi. Abi berdiri jauh di belakang, bertepuk tangan.
Baby Mo melaju sendirian! Angin meniup pipinya. Wuuush! Ia tertawa keras sekali.
"AKU BISA! ABI, AKU BISA!"
Abi berlari menyusul dan memeluknya. "Masya Allah! Kamu tidak menyerah, Mo. Rasulullah ﷺ bersabda:"
"Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan merasa lemah." (HR. Muslim 2664)
Sore itu, Baby Mo berkeliling taman berkali-kali. Kadang ia masih goyang. Sekali ia masih jatuh. Tapi setiap kali jatuh, ia langsung berdiri dan berkata, "Jatuh sekali, bangun lagi. Bismillah, coba lagi!"
Ngobrol bareng si kecil: hal apa yang dulu sulit, tapi sekarang sudah bisa kamu lakukan? Apa yang ingin kamu coba lagi besok? 🚲

Masya Allah, ceritanya selesai! ⭐
Hebat! Sekarang coba ceritakan lagi ke Umi atau Abi dengan kata-katamu sendiri.
📖 Cerita berikutnya: Terima Kasih, Pak Pos! →Untuk Ayah & BundaSumber, derajat, peninjau, dan tips
Terkait cerita ini
Doa
Doa Dimudahkan Segala Urusan
Baca ceritanya →
Catatan lain