Draf cerita untuk buku Baby Mo
Semut Kecil yang Kuat

Sebutir remah jatuh dari piring Baby Ais. Lalu datanglah seekor semut — dan sebuah pelajaran besar tentang kekuatan, kerja sama, dan ucapan terima kasih.
Baby Mo dan Baby Ais baru saja selesai makan. Piring mereka hampir bersih — kecuali sebutir remah roti yang jatuh ke lantai.
Baby Ais hendak menyapunya, tapi Baby Mo berseru, "Tunggu! Lihat!" Seekor semut kecil datang menghampiri remah itu. Mungil sekali, lebih kecil dari kuku jari. Lalu — hup! — semut itu mengangkat remah yang ukurannya berkali-kali lipat dari badannya sendiri, dan mulai membawanya pergi.
"Wah!" Baby Mo dan Baby Ais ternganga bersamaan. "Kuat sekali!"
Abi yang sedang minum teh ikut menonton. "Tahukah kalian," katanya, "semut itu bisa mengangkat benda yang jauh lebih berat dari tubuhnya. Bayangkan kalau kamu, Mo, bisa mengangkat mobil di atas kepalamu — kira-kira begitulah hebatnya semut!"
Baby Mo langsung mencoba mengangkat kursi, dan… tidak bisa. Ia tertawa. "Semut menang!"
Mereka mengikuti si semut. Ternyata ia tidak sendirian. Ada barisan semut lain, berjalan rapi satu-satu, saling menyapa dengan antena mereka. "Mereka kerja sama," kata Abi. "Tidak ada satu semut pun yang berkata, 'ah, itu bukan tugasku.' Mereka semua saling membantu membawa makanan untuk keluarga besar mereka."
Baby Ais berjongkok dekat-dekat dan berbisik sopan ke arah si semut, "Terima kasih sudah membersihkan remahnya, ya." Baby Mo terkikik, tapi diam-diam ikut mengangguk.
"Dan dengarkan ini," kata Abi, suaranya menjadi lembut. "Di dalam Al-Qur'an ada satu surat bernama An-Naml — artinya 'Semut'. Diceritakan, dulu ada seekor semut yang melihat pasukan Nabi Sulaiman datang. Semut itu cepat-cepat berkata kepada teman-temannya, 'Masuklah ke sarang, supaya kalian tidak terinjak!' Ia menjaga teman-temannya. Dan Nabi Sulaiman — yang bisa memahami bahasa hewan — tersenyum mendengarnya."
"Semut yang baik," bisik Baby Ais.
"Nah," kata Abi, "kita juga baru saja diberi makanan yang mengenyangkan. Pantas sekali kita meniru hati yang bersyukur. Yuk, kita ucapkan terima kasih kepada Allah."
Maka mereka pun membaca doa setelah makan, pelan-pelan:
Alhamdulillahilladzii ath'amanaa wa saqaanaa wa ja'alanaa muslimiin. — Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, dan menjadikan kami muslim.
Setelah itu, Baby Ais dengan hati-hati meletakkan satu remah kecil lagi di dekat barisan semut. "Buat kamu, ya," katanya. "Berbagi itu enak."
Si semut mungil pun melanjutkan perjalanannya, membawa hadiah kecil itu pulang — kuat, rajin, dan tidak pernah lupa bekerja sama.
Hebat ya, makhluk sekecil itu. Masya Allah. 🐜
Terkait cerita ini
Doa
Doa Sesudah Makan
Baca ceritanya →
🎬 Tonton lagunya di Baby Mo
Putar bersama si kecil setelah membaca ceritanya 🎵
Catatan lain
Bulan yang Mengikuti Baby Mo
Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?
Baby Mo (2)Bismillah Dulu
Baby Mo selalu terburu-buru. Sampai ia menemukan satu kata kecil yang membuat semuanya terasa lebih berkah.