Satu suap brokoli

Baby Mo menutup mulut rapat untuk sayur. Umi belajar bahwa memaksa kalah oleh sabar.
Brokoli di piring, mulut Baby Mo terkunci rapat. Dulu Umi akan memaksa, ujungnya dua-duanya nangis. Kali ini Umi coba cara lain: Umi makan brokoli sendiri dulu, sambil bilang "mmm, enak."
Baby Mo memperhatikan. Penasaran. Umi tidak menyuruh, cuma menawarkan satu kuntum kecil: "Mau coba satu aja?" Dia gigit ujungnya. Wajahnya ragu, tapi dia kunyah. Satu suap. Itu kemenangan.
Selera makan tidak bisa dipaksa, cuma bisa diundang. Anak yang dipaksa makan belajar membenci meja makan; anak yang ditawari dengan tenang belajar bahwa mencoba itu aman. Umi tidak butuh dia habiskan sepiring — Umi butuh dia tidak takut mencoba.
Makanlah dari yang baik-baik dan bersyukurlah.
Sisa brokolinya? Tetap di piring. Tapi satu suap hari ini lebih berharga dari sepiring yang dipaksakan dengan air mata.
Terkait cerita ini
Parenting
Anak Susah Makan (GTM)
Baca ceritanya →
Catatan lain
Bulan yang Mengikuti Baby Mo
Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?
Baby Mo (2)Bismillah Dulu
Baby Mo selalu terburu-buru. Sampai ia menemukan satu kata kecil yang membuat semuanya terasa lebih berkah.