Satu suap brokoli

Baby Mo menutup mulut rapat untuk sayur. Umi belajar bahwa memaksa kalah oleh sabar.
Brokoli di piring, mulut Baby Mo terkunci rapat. Dulu Umi akan memaksa, ujungnya dua-duanya nangis. Kali ini Umi coba cara lain: Umi makan brokoli sendiri dulu, sambil bilang "mmm, enak."
Baby Mo memperhatikan. Penasaran. Umi tidak menyuruh, cuma menawarkan satu kuntum kecil: "Mau coba satu aja?" Dia gigit ujungnya. Wajahnya ragu, tapi dia kunyah. Satu suap. Itu kemenangan.
Selera makan tidak bisa dipaksa, cuma bisa diundang. Anak yang dipaksa makan belajar membenci meja makan; anak yang ditawari dengan tenang belajar bahwa mencoba itu aman. Umi tidak butuh dia habiskan sepiring — Umi butuh dia tidak takut mencoba.
"Makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah." (QS. Al-Baqarah: 172)
Sisa brokolinya? Tetap di piring. Tapi satu suap hari ini lebih berharga dari sepiring yang dipaksakan dengan air mata.
Terkait cerita ini
Parenting
Anak Susah Makan (GTM)
Baca ceritanya →
Catatan lain
Pelukan Tidak Pernah Habis
Sepupu bayi datang menginap, dan Umi menggendongnya sepanjang hari. "Aku juga bayi!" teriak Baby Mo. Apakah sayang Umi bisa habis?
Baby Mo & Baby AisPasukan Pemungut Sampah
Seekor burung kecil mematuk bungkus plastik di taman. Baby Mo dan Baby Ais memutuskan sesuatu — dan taman itu tidak pernah sama lagi.