Baby Mo menunggui Baby Ais demam

Baby Ais demam dan rewel. Yang tak terduga: Baby Mo menolak meninggalkan sisinya.
Baby Ais demam semalaman, rewel, susah tidur. Yang Umi tidak sangka: Baby Mo tidak mau jauh dari saudarinya. Dia bawa bonekanya, letakkan di samping Baby Ais, lalu duduk menunggui.
Mereka kembar; ikatannya beda. Tapi melihat Baby Mo — yang biasanya rebutan mainan dengan Ais — tiba-tiba selembut itu, Umi jadi ingat: di balik semua rebutan, ada kasih yang dalam yang belum mereka tahu namanya.
Umi usap kening Baby Ais sambil baca doa untuk orang sakit. Baby Mo memperhatikan, lalu ikut-ikutan mengusap dengan tangannya. Empati itu menular, bahkan dari orang tua ke anak ke saudara dalam satu malam.
Tidak ada penyakit yang Allah turunkan kecuali Dia turunkan pula obatnya.
Pagi-pagi demamnya turun. Baby Mo masih tidur miring menghadap saudarinya. Umi memandang keduanya dan diam-diam bersyukur: mereka punya satu sama lain.
Terkait cerita ini
Parenting
Saat Anak Sedang Sakit
Baca ceritanya →
Catatan lain
Bulan yang Mengikuti Baby Mo
Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?
Baby Mo (2)Bismillah Dulu
Baby Mo selalu terburu-buru. Sampai ia menemukan satu kata kecil yang membuat semuanya terasa lebih berkah.