Baby Mo menunggui Baby Ais demam

Baby Ais demam dan rewel. Yang tak terduga: Baby Mo menolak meninggalkan sisinya.
Baby Ais demam semalaman, rewel, susah tidur. Yang Umi tidak sangka: Baby Mo tidak mau jauh dari saudarinya. Dia bawa bonekanya, letakkan di samping Baby Ais, lalu duduk menunggui.
Mereka kembar; ikatannya beda. Tapi melihat Baby Mo — yang biasanya rebutan mainan dengan Ais — tiba-tiba selembut itu, Umi jadi ingat: di balik semua rebutan, ada kasih yang dalam yang belum mereka tahu namanya.
Umi usap kening Baby Ais sambil baca doa untuk orang sakit. Baby Mo memperhatikan, lalu ikut-ikutan mengusap dengan tangannya. Empati itu menular, bahkan dari orang tua ke anak ke saudara dalam satu malam.
Tidak ada penyakit yang Allah turunkan kecuali Dia turunkan pula obatnya. (HR. Bukhari 5678)
Pagi-pagi demamnya turun. Baby Mo masih tidur miring menghadap saudarinya. Umi memandang keduanya dan diam-diam bersyukur: mereka punya satu sama lain.
Terkait cerita ini
Parenting
Saat Anak Sedang Sakit
Baca ceritanya →
Catatan lain
Pelukan Tidak Pernah Habis
Sepupu bayi datang menginap, dan Umi menggendongnya sepanjang hari. "Aku juga bayi!" teriak Baby Mo. Apakah sayang Umi bisa habis?
Baby Mo & Baby AisPasukan Pemungut Sampah
Seekor burung kecil mematuk bungkus plastik di taman. Baby Mo dan Baby Ais memutuskan sesuatu — dan taman itu tidak pernah sama lagi.