Draf cerita untuk buku Baby Mo
Kupu-Kupu di Tangan Baby Ais

Baby Ais berhasil menangkap kupu-kupu kuning. Ia menggenggamnya erat-erat — terlalu erat.
Kupu-kupu kuning itu hinggap sebentar di bunga. Baby Ais mengendap-endap, lalu — tertangkap!
"Aku dapat! Aku mau pelihara dia di kamar," kata Baby Ais, menggenggam kupu-kupu itu erat-erat di kedua tangan.
Sayap kupu-kupu itu bergerak-gerak, mencoba lepas. Baby Ais menggenggam lebih erat lagi, takut kupu-kupunya kabur.
Baby Mo yang melihat dari dekat berbisik, "Ais, lihat — sayapnya kayak mau patah."
Baby Ais melonggarkan genggamannya sedikit. Sayap kupu-kupu itu kelihatan kusut di antara jarinya.
Ia membuka telapak tangannya pelan-pelan. Kupu-kupu itu diam sebentar di telapaknya, lalu terbang — pelan, lalu tinggi, menjauh ke arah bunga-bunga lain.
Baby Ais memandanginya terbang. "Dia lebih suka terbang ya, daripada digenggam terus."
Baby Mo mengangguk. "Mungkin kalau sayang sama sesuatu, kita pegangnya pelan-pelan aja."
Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu, kecuali akan menghiasinya.
Sekarang, kalau si kecil menangkap serangga atau hewan kecil, ajak ia memegangnya dengan tangan terbuka dan pelan — lalu lepaskan bersama. 🦋
Terkait cerita ini
Hadis
Kelembutan menghiasi segalanya
Baca ceritanya →