Lewati ke konten
Baby Mo

Draf cerita untuk buku Baby Mo

Baby Mo & Baby AisCerita Anak3 November 2026·5 menit baca

Kemah di Halaman Belakang

✨ Malam ini kita berkemah!

Malam ini Baby Mo dan Baby Ais berkemah di halaman belakang! Tapi saat lampu dimatikan, malam terasa sangat gelap… sampai Abi mengajak mereka melihat ke atas.

"Malam ini kita berkemah!" kata Abi sambil membawa tenda biru dari gudang.

Baby Mo dan Baby Ais melompat-lompat kegirangan. Berkemah! Seperti petualang sungguhan!

Mereka membantu Abi memasang tenda di halaman belakang. Baby Mo memegang tiang. Baby Ais membawa pasak kecil. Umi menyiapkan selimut, bantal, dan lampu kemah yang bercahaya kuning hangat.

Ketika matahari terbenam, langit berubah merah muda, lalu ungu, lalu biru tua. Suara jangkrik mulai bernyanyi: krik… krik… krik…

"Sekarang kita matikan lampu rumah," kata Abi. "Supaya malamnya terasa seperti di hutan."

Klik. Lampu rumah padam. Halaman belakang jadi gelap sekali.

Baby Ais langsung memeluk lengan Abi. "Abi… gelap. Aku takut."

Baby Mo juga sebenarnya takut, tapi ia pura-pura berani. Suaranya sedikit bergetar. "A-aku nggak takut."

Abi duduk di depan tenda dan memeluk mereka berdua. "Gelap itu memang bikin deg-degan. Tapi coba sekarang… lihat ke atas."

Baby Mo dan Baby Ais mendongak.

Dan mereka terdiam.

Langit penuh bintang! Ada yang besar, ada yang kecil. Ada yang berkelip-kelip seperti mengedipkan mata. Bulan sabit tergantung di dekat pohon, seperti senyum di langit.

"Wah…" bisik Baby Ais. Takutnya hilang entah ke mana.

"Waktu lampunya terang, bintang-bintangnya nggak kelihatan," kata Abi. "Bintangnya baru muncul waktu gelap."

Baby Mo menunjuk. "Abi, itu bintang apa yang gerak-gerak?"

Abi tertawa pelan. "Itu bukan bintang, Mo. Itu kunang-kunang!"

Kunang-kunang kecil terbang di atas rumput, menyalakan lampu mungil mereka. Kelap. Kelip. Kelap. Kelip. Seperti bintang yang turun untuk bermain.

Baby Ais mulai menghitung bintang. "Satu, dua, tiga, empat… banyak sekali! Siapa yang bikin semua ini, Abi?"

"Allah," kata Abi. "Allah yang menciptakan langit, bintang, bulan, dan malam. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:"

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal." (QS. Ali 'Imran: 190)

"Jadi malam itu ciptaan Allah juga," kata Baby Mo pelan. "Berarti malam itu… nggak jahat."

"Betul," kata Abi. "Malam itu untuk istirahat, untuk melihat bintang, dan untuk mengingat Allah."

Baby Mo dan Baby Ais berbaring di depan tenda, kepala mereka di atas bantal, mata mereka ke langit. Mereka berbisik bergantian, "Gelap datang, bintang datang. Allah jaga, hati tenang. Gelap datang, bintang datang. Allah jaga, hati tenang."

Tidak lama kemudian, suara bisikan itu berubah menjadi napas yang pelan dan teratur. Dua petualang kecil sudah tertidur, di bawah ribuan bintang ciptaan Allah.

Ngobrol bareng si kecil: apa saja ciptaan Allah yang hanya bisa kita lihat waktu malam? Yuk, intip langit dari jendela malam ini! ⭐

Masya Allah, ceritanya selesai! ⭐

Hebat! Sekarang coba ceritakan lagi ke Umi atau Abi dengan kata-katamu sendiri.

📖 Cerita berikutnya: Sepeda Roda Dua →
Tema:Sebelum Tidur
Untuk Ayah & BundaSumber, derajat, peninjau, dan tips

Terkait cerita ini

Parenting

Anak Takut Gelap

Baca ceritanya →


Catatan lain