Lewati ke konten
Baby Mo

Draf cerita untuk buku Baby Mo

Baby Mo & Baby AisCerita Anak8 Mei 2026·6 menit baca

Kejutan untuk Umi

Baby Mo

Baby Mo dan Baby Ais punya satu misi rahasia: membuat kejutan untuk Umi. Tapi menyimpan rahasia ternyata sangat, sangat sulit!

Suatu pagi, Abi berbisik kepada Baby Mo dan Baby Ais, "Pssst. Hari ini ulang tahun Umi. Yuk, kita buat kejutan. Tapi ingat — ini RAHASIA."

Mata Baby Mo dan Baby Ais langsung berbinar-binar. Sebuah misi rahasia! Mereka berdua mengangguk penuh semangat dan menempelkan jari ke bibir, "Ssssst!"

Maka dimulailah Operasi Kejutan.

Tugas Baby Mo: menggambar. Ia mengambil krayon dan menggambar sesuatu yang ia sebut "Umi" — sebuah lingkaran besar dengan rambut keriting dan senyum yang sangat lebar (dan, entah kenapa, delapan kaki). Tugas Baby Ais: menempel bintang-bintang kertas di gambar itu. Mereka bekerja diam-diam di pojok kamar, sambil terus berbisik, "Ssst! Ssst!"

Tapi menyimpan rahasia, ternyata, adalah hal paling sulit di dunia bagi anak dua tahun.

Saat sarapan, Baby Ais yang paling tidak tahan. Ia memandang Umi, lalu tersenyum penuh arti, lalu berbisik keras-keras (yang sebenarnya tidak bisik sama sekali), "Umi! Ada keju— mmpfh!" Untung Baby Mo cepat-cepat menutup mulut adiknya dengan tangan. "Ssst, Ais! Rahasia!"

Umi pura-pura tidak mendengar, dan diam-diam tersenyum.

Sepanjang pagi, "rahasia" itu hampir bocor sepuluh kali. Baby Ais terus terkikik setiap melihat Umi. Baby Mo terus menarik tangan adiknya menjauh sambil berbisik, "Belum! Belum!"

Akhirnya, saat sore tiba, semuanya siap. Abi memanggil Umi ke ruang tamu. Baby Mo dan Baby Ais bersembunyi di balik sofa, menahan napas, badan kecil mereka gemetar karena gembira.

"Satu… dua… tiga!" hitung Abi.

"KEJUTAAAN!" teriak Baby Mo dan Baby Ais bersamaan, melompat keluar sambil mengangkat gambar buatan mereka. Confetti dari potongan kertas beterbangan (yang tadi diam-diam mereka gunting).

Umi menutup mulutnya, dan matanya benar-benar berkaca-kaca. "Masya Allah… ini untuk Umi?"

"Iya!" seru keduanya. Baby Ais menambahkan bangga, "Ais yang tempel bintang!" Baby Mo menunjuk gambarnya, "Ini Umi. Cantik."

Umi memeluk kedua anaknya erat-erat, lama sekali. Hadiah itu cuma selembar kertas dengan gambar berkaki delapan. Tapi bagi Umi, itu adalah lukisan paling indah di seluruh dunia — karena dibuat oleh dua tangan kecil yang bekerja sama, dengan hati yang penuh cinta.

Ridha Allah ada pada ridha orang tua.

"Terima kasih, Sayang," bisik Umi. "Ini hadiah terindah yang pernah Umi terima."

Dan Baby Mo serta Baby Ais saling pandang, lalu tos. Misi rahasia: berhasil! (Walaupun hampir bocor sepuluh kali.)

Ternyata, hal terbaik dari membuat kejutan bukan kejutannya — tapi mengerjakannya bersama saudara tersayang. 🎁

Tema:PersaudaraanKeluarga

Terkait cerita ini

Hadis

Ibu, ibu, ibu — kemudian ayah

Baca ceritanya


Catatan lain