Ibu, ibu, ibu — kemudian ayah
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أَبُوكَ
Arti
Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ dan bertanya: 'Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?' Beliau menjawab: 'Ibumu.' Ia bertanya: 'Kemudian siapa?' Beliau menjawab: 'Ibumu.' Ia bertanya lagi: 'Kemudian siapa?' Beliau menjawab: 'Ibumu.' Ia bertanya: 'Kemudian siapa?' Beliau menjawab: 'Ayahmu.'
Catatan untuk Orang Tua
Ajarkan anak menyebut ibu tiga kali sebelum ayah. Bukan untuk meremehkan ayah — tapi sebagai pengingat bahwa kasih sayang seorang ibu (mengandung, melahirkan, menyusui) menempati derajat tersendiri dalam Islam. Anak yang besar dengan kesadaran ini tumbuh dengan rasa hormat yang dalam.
- Kitab
- Bukhari & Muslim
- Perawi
- Abu Hurairah
- Tema
- ibuberbaktikeluarga
Doa terkait
Cerita terkait
Cerita Baby Mo & Baby Ais untuk dibacakan bersama si kecil.
