Kata 'tolong' yang ajaib

Baby Ais menunjuk dan merengek minta sesuatu. Umi mengajari satu kata yang mengubah segalanya.
Baby Ais mau biskuit di atas meja. Caranya: menunjuk sambil merengek "eh, eh!" makin lama makin kencang. Umi tidak langsung kasih — bukan karena pelit, tapi karena merengek tidak boleh jadi cara dapat sesuatu.
Umi jongkok dan ajari: "Bilang 'tolong', sayang." Umi peragakan suara lembut. Baby Ais coba: "to-yong." Begitu kata itu keluar, Umi langsung kasih biskuitnya sambil senyum lebar. Dia belajar: kata baik membuka lebih banyak pintu daripada tangisan.
Adab meminta dengan sopan adalah bekal sosial paling awal. Anak yang belajar "tolong" dan "terima kasih" sejak kecil tumbuh jadi orang yang mudah disayang. Bukan karena manipulatif — tapi karena hormat itu menular.
Barang siapa tidak menyayangi manusia, tidak akan disayangi Allah.
Sekarang "to-yong" jadi kata kesukaannya, dipakai untuk segala hal. Dan Umi dengan senang hati mengabulkan — karena yang dia minta dengan cara baik, pantas dibalas dengan baik.
Terkait cerita ini
Parenting
Mengajarkan Adab Sehari-Hari
Baca ceritanya →
Catatan lain
Bulan yang Mengikuti Baby Mo
Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?
Baby Mo (2)Bismillah Dulu
Baby Mo selalu terburu-buru. Sampai ia menemukan satu kata kecil yang membuat semuanya terasa lebih berkah.