Kata 'tolong' yang ajaib

Baby Ais menunjuk dan merengek minta sesuatu. Umi mengajari satu kata yang mengubah segalanya.
Baby Ais mau biskuit di atas meja. Caranya: menunjuk sambil merengek "eh, eh!" makin lama makin kencang. Umi tidak langsung kasih — bukan karena pelit, tapi karena merengek tidak boleh jadi cara dapat sesuatu.
Umi jongkok dan ajari: "Bilang 'tolong', sayang." Umi peragakan suara lembut. Baby Ais coba: "to-yong." Begitu kata itu keluar, Umi langsung kasih biskuitnya sambil senyum lebar. Dia belajar: kata baik membuka lebih banyak pintu daripada tangisan.
Adab meminta dengan sopan adalah bekal sosial paling awal. Anak yang belajar "tolong" dan "terima kasih" sejak kecil tumbuh jadi orang yang mudah disayang. Bukan karena manipulatif — tapi karena hormat itu menular.
Barang siapa tidak menyayangi manusia, tidak akan disayangi Allah. (HR. Bukhari 7376, Muslim 2319)
Sekarang "to-yong" jadi kata kesukaannya, dipakai untuk segala hal. Dan Umi dengan senang hati mengabulkan — karena yang dia minta dengan cara baik, pantas dibalas dengan baik.
Terkait cerita ini
Parenting
Mengajarkan Adab Sehari-Hari
Baca ceritanya →
Catatan lain
Pelukan Tidak Pernah Habis
Sepupu bayi datang menginap, dan Umi menggendongnya sepanjang hari. "Aku juga bayi!" teriak Baby Mo. Apakah sayang Umi bisa habis?
Baby Mo & Baby AisPasukan Pemungut Sampah
Seekor burung kecil mematuk bungkus plastik di taman. Baby Mo dan Baby Ais memutuskan sesuatu — dan taman itu tidak pernah sama lagi.