Draf cerita untuk buku Baby Mo
Dua Gambar yang Hampir Sama

Dua gambar terlihat persis sama… atau tidak? Baby Mo dan Baby Ais belajar bahwa mata yang sabar dan teliti bisa menemukan keajaiban yang tersembunyi.
Suatu sore yang santai, Abi mengeluarkan dua gambar dan meletakkannya berdampingan. "Coba lihat baik-baik," katanya. "Dua gambar ini hampir sama. Tapi ada lima perbedaan yang bersembunyi. Siapa yang bisa menemukannya?"
"AKU!" seru Baby Mo, langsung menunjuk asal. "Itu! Itu beda!"
Abi tersenyum. "Itu sama, Sayang. Coba lihat lebih pelan."
Baby Mo cemberut sebentar. Ternyata menemukan perbedaan tidak bisa buru-buru. Ia harus melihat pelan-pelan, sabar, dari atas ke bawah. Baby Ais ikut menempelkan wajahnya ke gambar, matanya bergerak teliti seperti detektif kecil.
"Ketemu!" pekik Baby Ais. "Awannya beda! Yang ini ada tiga, yang itu dua!"
"Masya Allah, hebat!" kata Abi. "Itu satu. Empat lagi."
Pelan-pelan mereka menemukannya: bunga yang hilang, warna sepatu yang berbeda, seekor kupu-kupu yang pindah tempat. Tinggal satu lagi. Mereka mencari… dan mencari…
"Kucingnya ngedip!" seru Baby Mo tiba-tiba, sangat yakin. "Di gambar ini matanya buka, di sini merem! Kucingnya ngedip ke Mo!" Abi tertawa terbahak-bahak. "Betuuul! Itu yang kelima! Tapi kucingnya bukan ngedip ke kamu — pelukisnya yang sengaja membuatnya begitu."
Setelah semua perbedaan ketemu, Abi berkata, "Tahukah kalian satu rahasia tentang mata kalian? Setiap menit, mata kita berkedip sekitar lima belas sampai dua puluh kali — dan kita bahkan tidak menyadarinya! Mata itu hadiah yang luar biasa dari Allah. Tapi mata hanya bisa benar-benar 'melihat' kalau kita mau memperhatikan dengan sabar."
"Memperhatikan dengan sabar," ulang Baby Ais pelan.
"Betul," kata Abi. "Banyak keindahan di dunia ini yang tersembunyi di hal-hal kecil. Sayap kupu-kupu yang sisi kiri dan kanannya sama persis. Garis-garis di ujung jarimu yang tidak sama dengan siapa pun di seluruh dunia — bahkan tidak sama dengan Baby Ais, walaupun kalian kembar! Semua itu buatan Allah yang Maha Teliti. Orang yang suka memperhatikan, akan selalu menemukan alasan untuk berkata 'Masya Allah'."
Baby Mo memandang ujung jarinya sendiri, lalu jari Baby Ais. Benar — garisnya beda! Ia ternganga. "Wow."
Sejak hari itu, Baby Mo dan Baby Ais punya permainan kesukaan baru: berjalan pelan-pelan dan mencari "perbedaan" serta keajaiban kecil di mana-mana. Di daun, di awan, di sayap capung. Dan setiap kali menemukan sesuatu yang menakjubkan, mereka berseru bersama:
"Masya Allah!"
Karena ternyata, dunia ini penuh keajaiban — bagi mata yang sabar dan hati yang mau memperhatikan. 👀✨
Terkait cerita ini
Parenting
Mengajarkan Adab Sehari-Hari
Baca ceritanya →
🎬 Tonton lagunya di Baby Mo
Putar bersama si kecil setelah membaca ceritanya 🎵
Catatan lain
Bulan yang Mengikuti Baby Mo
Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?
Baby Mo (2)Bismillah Dulu
Baby Mo selalu terburu-buru. Sampai ia menemukan satu kata kecil yang membuat semuanya terasa lebih berkah.