Draf cerita untuk buku Baby Mo
Benteng Selimut di Hari Hujan
Piknik ke taman batal karena hujan. Baby Mo cemberut, Baby Ais menangis. Lalu Umi mengeluarkan selimut paling besar di rumah…
Sudah seminggu Baby Mo dan Baby Ais menunggu hari ini. Hari piknik! Keranjang sudah siap. Ada roti isi, kue cokelat, dan jus jeruk.
Tapi pagi itu, jendela penuh tetesan air. Hujan turun deras sekali, seperti langit sedang menuang ember.
"Pikniknya batal, ya, Sayang," kata Umi pelan.
Baby Mo melipat tangan dan cemberut. Baby Ais menangis sambil memeluk keranjang piknik.
"Hujannya jahat," gerutu Baby Mo.
Umi duduk di antara mereka. "Hmm. Hujan memang membatalkan piknik di taman. Tapi hujan tidak bisa membatalkan… piknik di dalam benteng."
Tangis Baby Ais berhenti. "Benteng?"
Umi membuka lemari dan mengeluarkan selimut paling besar di rumah — selimut oranye yang biasanya dipakai Nenek kalau menginap.
Lalu mereka membangun benteng. Kursi makan jadi tiang. Sofa jadi tembok. Selimut oranye jadi atap. Bantal-bantal jadi lantai yang empuk.
Baby Mo menemukan lampu hias berbentuk bintang di laci, dan Umi menggantungnya di dalam benteng. Lampunya berkelap-kelip: merah, kuning, biru.
"Wah…" kata Baby Ais. Matanya ikut berkelap-kelip.
Mereka masuk ke dalam benteng dan membuka keranjang piknik. Roti isi, kue cokelat, jus jeruk. Semuanya masih ada!
Di luar, hujan masih turun. Tapi di dalam benteng, suara hujan terdengar seperti lagu. Tik-tik-tik di atap. Dug-dug di jendela.
Umi berkata, "Ayo kita main 'Untung Ada'. Sebut satu hal yang kita syukuri hari ini."
"Untung ada selimut besar!" seru Baby Mo.
"Untung ada lampu bintang!" kata Baby Ais.
"Untung ada kue cokelat!" kata Baby Mo lagi, mulutnya penuh.
"Untung ada hujan," kata Umi, "jadi tanaman di kebun bisa minum."
Baby Ais berpikir sebentar. Lalu ia berkata pelan, "Untung ada Umi dan Mo… jadi pikniknya tetap seru."
Mereka bermain "Untung Ada" sampai tidak bisa berhenti. Untung ada bantal. Untung ada atap. Untung ada telinga untuk mendengar hujan. Rasanya hal-hal baik bertambah terus, makin banyak dari yang mereka kira.
Umi tersenyum. "Itu janji Allah, lho. Kalau kita bersyukur, Allah tambahkan."
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7)
Sore harinya, hujan berhenti. Pelangi muncul di langit. Tapi Baby Mo dan Baby Ais tidak mau keluar dari benteng.
"Umi," kata Baby Mo, "besok kalau hujan lagi, kita piknik di benteng lagi, ya?"
Ngobrol bareng si kecil: kalau rencana kita batal, apa saja yang masih bisa kita syukuri? Yuk, main "Untung Ada" sebelum tidur! 🏕️

Masya Allah, ceritanya selesai! ⭐
Hebat! Sekarang coba ceritakan lagi ke Umi atau Abi dengan kata-katamu sendiri.
📖 Cerita berikutnya: Hari Ketika Umi Sakit →Untuk Ayah & BundaSumber, derajat, peninjau, dan tips
Terkait cerita ini
Doa
Doa Pandai Bersyukur
Baca ceritanya →
Catatan lain