Lewati ke konten
Baby Mo

Draf cerita untuk buku Baby Mo

Baby Mo (2)Cerita Anak23 Juni 2026·5 menit baca

Apakah Allah Bisa Melihatku?

Baby Mo

Saat main petak umpet, Baby Mo bersembunyi di tempat paling gelap. "Tidak ada yang bisa melihatku!" pikirnya. Tapi… benarkah begitu?

Sore itu Baby Mo dan Baby Ais bermain petak umpet. Baby Mo paling jago bersembunyi. Ia menyelinap ke dalam lemari selimut, menutup pintunya rapat-rapat, dan duduk di kegelapan.

"Hihi," kikiknya pelan. "Di sini gelap sekali. Tidak ada yang bisa melihatku!"

Sambil menunggu, tangannya meraba-raba dan menemukan sesuatu — toples kue cokelat kesukaannya, yang tadi pagi Umi bilang, "Nanti dulu, ya, sesudah makan malam."

Baby Mo menelan ludah. Kuenya wangi sekali. Di sini gelap. Tidak ada Umi. Tidak ada Baby Ais. Tidak ada siapa-siapa yang melihat…

Tangannya hampir membuka toples itu.

Tapi tiba-tiba ia teringat sesuatu yang pernah Umi katakan. Ia berbisik pada dirinya sendiri di dalam gelap, "Tidak ada siapa-siapa yang melihat… kecuali Allah. Allah selalu melihat. Bahkan di tempat yang paling gelap."

Baby Mo menarik tangannya kembali. Pelan-pelan ia menutup toples itu rapat-rapat, seakan menyimpan rahasia kebaikan. Dadanya terasa hangat dan ringan — perasaan yang jauh lebih enak daripada kue mana pun.

"Ketemu!" Pintu lemari terbuka, dan Baby Ais tertawa menemukan kakaknya.

Malam harinya, sesudah makan, Umi memberi mereka kue cokelat. Baby Mo memakannya dengan senyum paling lebar sedunia. Lalu ia berbisik ke telinga Umi, "Umi, tadi aku hampir ambil kue di lemari. Tapi aku ingat… Allah melihat. Jadi aku tunggu."

Umi memeluknya erat sekali. "Masya Allah, jagoan. Itu namanya menjaga diri karena Allah. Kamu baik bukan hanya saat dilihat orang — tapi juga saat sendirian. Itu yang paling istimewa."

Allah mengetahui yang kita rahasiakan dan yang kita tampakkan — Dia selalu melihat.

Sekarang, tanyakan pada si kecil: "Kalau tidak ada yang melihat, siapa yang tetap melihat?" Lalu tersenyumlah bersama: "Allah." 👀💚

Terkait cerita ini

Parenting

Anak Mulai Berbohong

Baca ceritanya


Catatan lain