Draf cerita untuk buku Baby Mo
Anak Kucing di Bawah Hujan
Ada suara kecil 'meong' dari kardus basah di depan rumah. Baby Mo dan Baby Ais harus memutuskan: masuk ke rumah yang hangat, atau menolong?
Sore itu langit berubah abu-abu. Lalu tik… tik… tik… hujan turun, makin lama makin deras.
Baby Mo dan Baby Ais berjalan pulang bersama Abi di bawah payung kuning besar. Sepatu bot mereka berbunyi cepluk-cepluk di genangan air.
Tiba-tiba Baby Ais berhenti. "Dengar!"
Mereka semua diam. Di antara suara hujan, ada suara kecil sekali: "Meong… meong…"
Suara itu datang dari kardus di pinggir jalan. Kardusnya basah dan hampir roboh. Di dalamnya ada anak kucing oranye, bulunya lepek, badannya gemetar.
"Kasihan…" bisik Baby Mo.
"Abi, kucingnya kedinginan," kata Baby Ais. Matanya berkaca-kaca.
Abi berjongkok. "Kalian mau menolongnya?"
Baby Mo dan Baby Ais mengangguk bersamaan, cepat sekali sampai topi hujan mereka bergoyang.
"Kalau begitu, apa yang dibutuhkan anak kucing yang kehujanan?" tanya Abi.
Baby Mo berpikir keras. "Tempat yang kering!"
Baby Ais menambahkan, "Dan hangat! Dan… minum!"
Abi tersenyum. "Pintar. Ayo kita bagi tugas."
Baby Mo memegang payung kuning tinggi-tinggi di atas kardus, walaupun tangannya pegal. Baby Ais berlari kecil ke teras dan membawa handuk tua dari keranjang.
Abi mengangkat anak kucing itu pelan-pelan dan membungkusnya dengan handuk. Kucing itu masih gemetar, tapi tidak lagi mengeong keras.
Di teras, Baby Ais menuang air ke tutup botol. Anak kucing itu menjilat-jilat airnya. Slurp, slurp.
"Dia minum!" seru Baby Ais.
Baby Mo jongkok di sampingnya dan berbisik, "Pelan-pelan, kucing kecil. Kamu aman sekarang."
Mereka menyanyikan lagu kecil yang mereka karang sendiri: "Kucing kecil, jangan takut, ada kami di sini. Hujan boleh turun terus, kamu tetap kering di sini."
Pelan-pelan, anak kucing itu berhenti gemetar. Ia mendengkur pelan — prrr, prrr — seperti mesin kecil.
Abi duduk di samping mereka. "Kalian tahu? Rasulullah ﷺ pernah bercerita tentang seorang laki-laki yang memberi minum anjing yang kehausan. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya. Lalu para sahabat bertanya, apakah berbuat baik kepada hewan juga dapat pahala? Rasulullah ﷺ menjawab:"
"Pada setiap (berbuat baik kepada) makhluk yang bernyawa ada pahala." (HR. Bukhari 6009, Muslim 2244)
Baby Ais mengusap kepala anak kucing itu dengan satu jari. "Berarti tadi kita dapat pahala?"
"Insya Allah," kata Abi. "Dan kucingnya dapat rumah sementara."
Malam itu, hujan masih turun. Tapi di teras, di dalam kardus baru yang kering, anak kucing oranye tidur nyenyak di atas handuk. Dan di dalam rumah, dua anak kecil tidur dengan hati yang hangat.
Ngobrol bareng si kecil: kalau melihat hewan kesusahan, apa yang bisa kita lakukan dengan aman? Ingat, selalu ajak orang dewasa dulu, ya! 🐱

Masya Allah, ceritanya selesai! ⭐
Hebat! Sekarang coba ceritakan lagi ke Umi atau Abi dengan kata-katamu sendiri.
📖 Cerita berikutnya: Benteng Selimut di Hari Hujan →Untuk Ayah & BundaSumber, derajat, peninjau, dan tips
Terkait cerita ini
Hadis
Kelembutan menghiasi segalanya
Baca ceritanya →
Catatan lain