Lewati ke konten
Baby Mo
kalender-islam · safar · tawakal · akidah · edukasi-anak

Bulan Safar: Bukan Bulan Sial — Mengajarkan Tawakal pada Anak

Ditulis oleh Tim Baby Mo4 menit baca

Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah. Sejak zaman dahulu, sebagian orang menganggap Safar sebagai bulan sial — penuh musibah. Islam dengan tegas menolak kepercayaan ini.

Tidak ada hari atau bulan yang membawa sial

Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada penularan (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada hammah, dan tidak ada (kesialan) bulan Safar." (HR. Bukhari & Muslim.)

Artinya, tidak ada waktu yang dengan sendirinya membawa keberuntungan atau keburukan. Semua kebaikan dan ketetapan datang dari Allah.

Menjelaskan pada anak

  1. Allah pengatur segala sesuatu. Katakan: "Tidak ada hari sial. Yang menjaga kita adalah Allah, kapan pun."
  2. Ganti rasa takut dengan doa. Saat anak cemas, ajak baca doa pagi & petang dan doa perlindungan.
  3. Tanam tawakal. Berusaha sebaik mungkin, lalu serahkan hasilnya pada Allah — itulah inti tawakal.

Tetap penuh kebaikan

Safar adalah bulan biasa yang bisa diisi amal baik seperti bulan lain: sholat, sedekah, berbuat baik pada keluarga. Justru di bulan ini kita ajarkan anak bahwa keberkahan datang dari ketaatan, bukan dari tanggal di kalender.

Lihat momen lain di Kalender Islam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah bulan Safar membawa sial?+
Tidak. Rasulullah ﷺ menegaskan tidak ada kesialan pada bulan Safar (HR. Bukhari & Muslim). Semua ketetapan ada di tangan Allah.
Bagaimana menjelaskan tahayul pada anak?+
Ganti rasa takut dengan tawakal: ajarkan bahwa hanya Allah yang menjaga, dan biasakan berdoa daripada percaya pada kesialan.