Setiap bulan Rabi'ul Awal, umat Islam teringat pada kelahiran manusia terbaik sepanjang sejarah: Nabi Muhammad ﷺ. Tentang hukum merayakan Maulid secara khusus, ulama berbeda pendapat — sebagian membolehkan sebagai sarana mengingat dan mencintai Nabi, sebagian tidak menganjurkan karena tidak dilakukan di masa salaf. Tulisan ini tidak masuk ke perdebatan itu; fokusnya satu hal yang disepakati semua: mengenal dan mencintai Rasulullah ﷺ adalah kewajiban setiap muslim, termasuk anak-anak kita.
Kenapa anak perlu mengenal Rasulullah ﷺ sejak dini
Anak-anak meniru tokoh yang mereka kagumi. Kalau kita tidak mengisi hati mereka dengan kekaguman pada Rasulullah ﷺ, dunia akan mengisinya dengan tokoh lain. Mencintai Nabi bukan sekadar emosi — itu pintu untuk mencintai akhlaknya, lalu menirunya.
Cara mengenalkan, sesuai usia
Usia 3–5: Nabi yang penyayang
Ceritakan sisi lembut Rasulullah ﷺ: beliau menyayangi anak-anak, mencium cucu-cucunya, memendekkan sholat saat mendengar bayi menangis, dan tersenyum kepada siapa saja. Anak kecil paling mudah terhubung dengan kasih sayang.
Usia 6–8: Nabi yang jujur dan adil
Ceritakan gelar "Al-Amin" (yang terpercaya) yang diberikan penduduk Mekkah sebelum beliau menjadi nabi. Ceritakan bagaimana beliau jujur dalam berdagang dan adil kepada semua orang. Lihat Kisah Nabi Muhammad ﷺ.
Usia 9+: Nabi sebagai teladan hidup
Diskusikan bagaimana Rasulullah ﷺ menyikapi kesulitan, memaafkan musuh, dan tetap rendah hati meski menjadi pemimpin. Ajak anak memilih satu sunnah untuk ditiru pekan ini — senyum, memberi salam, atau membantu pekerjaan rumah (Nabi pun membantu istrinya di rumah).
Aktivitas keluarga di Rabi'ul Awal
- Bacakan satu kisah Nabi setiap malam sepanjang bulan ini — dari kelahiran sampai dakwah di Madinah.
- Perbanyak sholawat bersama: "Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad." Anak suka mengulang kalimat berirama.
- Pilih satu akhlak Nabi untuk dilatih sekeluarga sepekan — misalnya menjaga lisan, atau memuliakan tamu.
Penutup
Apa pun pandangan keluarga tentang perayaan Maulid, satu hal pasti: anak yang tumbuh dengan kisah dan akhlak Rasulullah ﷺ tertanam di hatinya, memiliki teladan terbaik yang akan menemaninya seumur hidup. Itulah hadiah terindah yang bisa kita berikan.