Nabi Ibrahim lahir di Babilonia, di tengah kaum yang menyembah berhala. Bahkan ayahnya, Azar, adalah pembuat berhala. Sejak kecil Ibrahim bertanya: "Bagaimana bisa patung-patung yang tidak bicara, tidak mendengar, tidak bisa menolong dirinya sendiri — disembah?"
Suatu hari saat orang-orang pergi, Ibrahim masuk ke kuil dan menghancurkan semua berhala kecuali yang paling besar. Saat orang-orang kembali dan marah, Ibrahim bilang: "Mungkin yang besar itu yang melakukannya. Tanya saja padanya!" Mereka berkata: "Kamu tahu berhala itu tidak bisa bicara." Ibrahim menjawab: "Lalu kenapa kalian menyembah sesuatu yang tidak bisa bicara dan tidak bisa memberi manfaat?"
Raja Namrud marah dan memerintahkan Ibrahim dilemparkan ke api raksasa. Saat Ibrahim dilempar, Allah berfirman kepada api: "Wahai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim." Api yang membara itu menjadi dingin — Ibrahim keluar tanpa luka.
Setelah berbagai ujian, Allah memberinya dua anak: Ismail dan Ishaq. Ibrahim diperintahkan menyembelih Ismail — dan saat ia siap, Allah menggantinya dengan domba. Bersama Ismail, Ibrahim mendirikan Ka'bah di Mekkah, rumah ibadah pertama untuk Allah.
Allah memanggilnya "Khalilullah" — kekasih Allah.