Silaturahmi ke rumah Nenek

Si kembar berlari ke pelukan nenek. Abi melihat lebih dari sekadar kunjungan akhir pekan.
Akhir pekan kami ke rumah nenek. Begitu pintu dibuka, Baby Mo dan Baby Ais langsung berlari ke pelukan beliau, ketawa. Wajah nenek berseri seperti matahari. Abi berdiri di belakang, menonton, dan hatinya hangat.
Buat Abi, ini bukan sekadar jalan-jalan. Ini mengajarkan anak bahwa keluarga itu lingkaran yang lebih besar dari ayah-ibu. Bahwa ada orang-orang tua yang harus dimuliakan, dikunjungi, dirindukan. Itu pelajaran silaturahmi yang tidak bisa diajarkan lewat kata, cuma lewat mobil yang berangkat tiap pekan.
Anak yang tumbuh dekat dengan kakek-neneknya tumbuh dengan akar. Mereka tahu dari mana mereka berasal, dan tahu bahwa cinta keluarga itu mengalir ke atas dan ke bawah, bukan cuma ke samping.
Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya, sambunglah silaturahmi. (HR. Bukhari 5986, Muslim 2557)
Di perjalanan pulang keduanya tidur kelelahan, masih memegang oleh-oleh dari nenek. Abi berdoa: semoga lingkaran ini tidak pernah putus di tangan mereka.
Terkait cerita ini
Hadis
Silaturahmi melapangkan rezeki dan memanjangkan umur
Baca ceritanya →
Catatan lain
Pelukan Tidak Pernah Habis
Sepupu bayi datang menginap, dan Umi menggendongnya sepanjang hari. "Aku juga bayi!" teriak Baby Mo. Apakah sayang Umi bisa habis?
Baby Mo & Baby AisPasukan Pemungut Sampah
Seekor burung kecil mematuk bungkus plastik di taman. Baby Mo dan Baby Ais memutuskan sesuatu — dan taman itu tidak pernah sama lagi.