Silaturahmi ke rumah Nenek

Si kembar berlari ke pelukan nenek. Abi melihat lebih dari sekadar kunjungan akhir pekan.
Akhir pekan kami ke rumah nenek. Begitu pintu dibuka, Baby Mo dan Baby Ais langsung berlari ke pelukan beliau, ketawa. Wajah nenek berseri seperti matahari. Abi berdiri di belakang, menonton, dan hatinya hangat.
Buat Abi, ini bukan sekadar jalan-jalan. Ini mengajarkan anak bahwa keluarga itu lingkaran yang lebih besar dari ayah-ibu. Bahwa ada orang-orang tua yang harus dimuliakan, dikunjungi, dirindukan. Itu pelajaran silaturahmi yang tidak bisa diajarkan lewat kata, cuma lewat mobil yang berangkat tiap pekan.
Anak yang tumbuh dekat dengan kakek-neneknya tumbuh dengan akar. Mereka tahu dari mana mereka berasal, dan tahu bahwa cinta keluarga itu mengalir ke atas dan ke bawah, bukan cuma ke samping.
Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya, sambunglah silaturahmi.
Di perjalanan pulang keduanya tidur kelelahan, masih memegang oleh-oleh dari nenek. Abi berdoa: semoga lingkaran ini tidak pernah putus di tangan mereka.
Terkait cerita ini
Hadis
Silaturahmi melapangkan rezeki dan memanjangkan umur
Baca ceritanya →
Catatan lain
Bulan yang Mengikuti Baby Mo
Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?
Baby Mo (2)Bismillah Dulu
Baby Mo selalu terburu-buru. Sampai ia menemukan satu kata kecil yang membuat semuanya terasa lebih berkah.