Draf cerita untuk buku Baby Mo
Sepiring untuk Tetangga

Umi membuat kolak paling enak sedunia. Tapi sebelum dimakan, ada satu kebiasaan kecil yang mengajarkan hal besar.
Wangi kolak pisang memenuhi seluruh rumah. Baby Mo dan Baby Ais sudah duduk manis di meja, sendok di tangan, mata berbinar.
Tapi Umi tidak langsung menghidangkannya. Ia menyiapkan satu mangkuk lagi, menutupnya rapi dengan kain bersih.
"Untuk siapa itu, Umi?" tanya Baby Mo, sedikit cemas mangkuknya berkurang.
"Untuk Nenek sebelah," jawab Umi. "Beliau tinggal sendirian. Kalau kita masak yang enak, kita bagi sedikit ke tetangga. Itu kebiasaan baik di rumah ini."
Baby Mo memandang mangkuk yang ditutup itu. Sejujurnya, ia ingin semuanya untuk dirinya. Tapi lalu ia teringat wajah Nenek sebelah yang selalu tersenyum saat mereka lewat.
"Mo yang antar!" serunya tiba-tiba.
Maka berangkatlah mereka bertiga. Baby Mo memegang mangkuk dengan dua tangan, hati-hati sekali, seolah membawa harta karun. Baby Ais mengetuk pintu, "Tok tok!"
Pintu terbuka. Wajah Nenek sebelah langsung berseri seperti matahari pagi. "Masya Allah! Untuk Nenek?"
Baby Mo mengangguk bangga. Nenek mengusap kepala keduanya, dan mendoakan sesuatu yang lembut β doa yang tidak sepenuhnya mereka mengerti, tapi terasa hangat sampai ke dada.
Di perjalanan pulang, Baby Mo merasa ada yang aneh. Mangkuknya sudah kosong, tapi hatinya justru terasa lebih penuh daripada sebelum berangkat.
"Umi," katanya, "berbagi itu⦠kenyang juga, ya?"
Umi tertawa lembut. "Itu kenyang yang paling enak, Sayang."
"Jibril terus-menerus berpesan kepadaku tentang tetangga, sampai aku mengira ia akan menjadikan tetangga sebagai ahli waris." (HR. Bukhari 6014, Muslim 2624)
Malam itu kolaknya terasa dua kali lebih enak. Karena yang paling manis, ternyata, bukan gulanya β melainkan sepiring yang dibagi dengan tetangga.

Masya Allah, ceritanya selesai! β
Hebat! Sekarang coba ceritakan lagi ke Umi atau Abi dengan kata-katamu sendiri.
π Cerita berikutnya: Kebun Sabar Baby Ais βUntuk Ayah & BundaSumber, derajat, peninjau, dan tips
Catatan lain
Pelukan Tidak Pernah Habis
Sepupu bayi datang menginap, dan Umi menggendongnya sepanjang hari. "Aku juga bayi!" teriak Baby Mo. Apakah sayang Umi bisa habis?
Baby Mo & Baby AisPasukan Pemungut Sampah
Seekor burung kecil mematuk bungkus plastik di taman. Baby Mo dan Baby Ais memutuskan sesuatu β dan taman itu tidak pernah sama lagi.