Lewati ke konten
Baby Mo

Draf cerita untuk buku Baby Mo

Baby Mo & Baby AisCerita Anak16 Mei 2026Β·5 menit baca

Selamat Tidur, Sayang

Baby Mo

Bulan mengintip di jendela, dan dua mata kecil belum mau terpejam. Doa apa yang membuat malam terasa aman?

Malam sudah larut. Bulan mengintip di jendela kamar, bulat dan keperakan, seperti lampu tidur raksasa dari langit.

Tapi dua pasang mata kecil masih terbuka. Baby Mo membolak-balik badannya. Baby Ais memeluk boneka beruangnya erat-erat.

"Belum ngantuk?" tanya Abi sambil duduk di antara dua kasur.

"Belum," kata mereka berdua, padahal mata mereka sudah sayu.

Abi tersenyum. "Kalau begitu, kita siapkan hati dulu untuk tidur. Sama seperti kita cuci tangan sebelum makan, kita bersihkan hati sebelum tidur."

Abi mulai mematikan lampu satu per satu, dan kamar menjadi temaram dan hangat. "Yuk, maafkan dulu hari ini," bisik Abi. "Kalau tadi Mo rebutan mainan sama Ais… sekarang dimaafkan, ya."

Baby Mo melirik adiknya. "Maaf, Ais," gumamnya. Baby Ais terkikik kecil.

"Sekarang, kita titipkan diri kita kepada Allah," kata Abi. Lalu ia membaca pelan, dan si kembar menirukan sebisanya:

Bismika Allahumma ahyaa wa amuut. β€” Dengan nama-Mu, ya Allah, aku hidup dan aku mati.

"Artinya," bisik Abi, "kita tidur dalam pelukan penjagaan Allah. Allah yang menjaga napas kita sampai pagi. Jadi kita tidak perlu takut apa-apa."

Baby Ais menguap lebar. Baby Mo merasa kelopak matanya menjadi berat, seberat selimut hangat.

Abi mencium kening keduanya. "Selamat tidur, Sayang. Mimpi yang indah. Allah menjaga kalian."

Bulan terus berjaga di jendela. Dan di bawah cahayanya yang lembut, Baby Mo dan Baby Ais tertidur β€” bukan karena lelah, tapi karena hati yang dititipkan kepada Allah selalu bisa tidur dengan tenang.

Selamat tidur, Baby Mo. Selamat tidur, Baby Ais. Sampai jumpa di pagi yang baru, insya Allah.

Tema:AkhlakSebelum Tidur

Terkait cerita ini

Doa

Doa Sebelum Tidur

Baca ceritanya β†’


Catatan lain