Menara balok yang roboh lagi

Menara Baby Mo roboh untuk kelima kalinya. Abi menahan diri untuk tidak membantunya.
Baby Mo menyusun balok. Roboh. Susun lagi. Roboh lagi. Sampai lima kali. Tangan Abi gatal mau membantu menyusunkan yang rapi — tapi Abi tahan.
Karena kalau Abi yang menyusun, yang dia pelajari cuma "kalau susah, panggil Abi." Kalau dia yang berhasil sendiri di percobaan keenam, yang dia pelajari "aku bisa kalau coba lagi." Dua pelajaran yang sangat berbeda dari satu menara balok.
Percobaan keenam berhasil. Tiga balok berdiri. Baby Mo tepuk tangan sendiri, lalu menoleh ke Abi minta tepuk tangan juga. Abi bertepuk paling kencang.
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling terus-menerus, walaupun sedikit." (HR. Bukhari 6464, Muslim 783)
Membiarkan anak gagal dengan aman adalah salah satu bentuk sayang yang paling sulit. Tapi di situlah ketangguhan lahir — bukan di menara yang Abi susunkan.
Terkait cerita ini
Parenting
Mengajarkan Adab Sehari-Hari
Baca ceritanya →
Catatan lain
Pelukan Tidak Pernah Habis
Sepupu bayi datang menginap, dan Umi menggendongnya sepanjang hari. "Aku juga bayi!" teriak Baby Mo. Apakah sayang Umi bisa habis?
Baby Mo & Baby AisPasukan Pemungut Sampah
Seekor burung kecil mematuk bungkus plastik di taman. Baby Mo dan Baby Ais memutuskan sesuatu — dan taman itu tidak pernah sama lagi.