Menara balok yang roboh lagi

Menara Baby Mo roboh untuk kelima kalinya. Abi menahan diri untuk tidak membantunya.
Baby Mo menyusun balok. Roboh. Susun lagi. Roboh lagi. Sampai lima kali. Tangan Abi gatal mau membantu menyusunkan yang rapi — tapi Abi tahan.
Karena kalau Abi yang menyusun, yang dia pelajari cuma "kalau susah, panggil Abi." Kalau dia yang berhasil sendiri di percobaan keenam, yang dia pelajari "aku bisa kalau coba lagi." Dua pelajaran yang sangat berbeda dari satu menara balok.
Percobaan keenam berhasil. Tiga balok berdiri. Baby Mo tepuk tangan sendiri, lalu menoleh ke Abi minta tepuk tangan juga. Abi bertepuk paling kencang.
Allah mencintai hamba yang apabila mengerjakan sesuatu, ia menyempurnakannya.
Membiarkan anak gagal dengan aman adalah salah satu bentuk sayang yang paling sulit. Tapi di situlah ketangguhan lahir — bukan di menara yang Abi susunkan.
Terkait cerita ini
Parenting
Mengajarkan Adab Sehari-Hari
Baca ceritanya →
Catatan lain
Bulan yang Mengikuti Baby Mo
Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?
Baby Mo (2)Bismillah Dulu
Baby Mo selalu terburu-buru. Sampai ia menemukan satu kata kecil yang membuat semuanya terasa lebih berkah.