Krayon ungu untuk berdua

Cuma ada satu krayon ungu. Baby Mo dan Baby Ais sama-sama mau. Umi menahan diri untuk tidak langsung melerai.
Pagi tadi cuma ada satu krayon ungu yang masih utuh. Baby Mo memegangnya duluan, Baby Ais menariknya. Dua tangan kecil, satu krayon, dan suara "punya Ais!" yang pertama kali Umi dengar sejelas itu.
Refleks Umi mau langsung ambil krayonnya dan beli yang baru nanti sore. Tapi Umi tahan. Umi cuma duduk di lantai, sejajar mata mereka, dan bilang pelan: "Gantian, ya. Mo dulu warnai bulan, terus krayonnya buat Ais warnai bintang."
Butuh tiga kali diulang. Tapi akhirnya Baby Mo melepas krayon itu ke tangan saudarinya — pelan, ragu, tapi melepas. Baby Ais bilang "ankyu" (terima kasih versinya). Dan Umi diam-diam menahan napas.
Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya.
Berbagi bukan bawaan lahir. Itu diajari, satu krayon ungu setiap kali. Umi tidak menyelesaikan masalahnya untuk mereka — Umi cuma menunjukkan jalannya, lalu memberi mereka ruang untuk memilih sendiri.
Terkait cerita ini
Parenting
Anak Tidak Mau Berbagi
Baca ceritanya →
Catatan lain
Bulan yang Mengikuti Baby Mo
Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?
Baby Mo (2)Bismillah Dulu
Baby Mo selalu terburu-buru. Sampai ia menemukan satu kata kecil yang membuat semuanya terasa lebih berkah.