Krayon ungu untuk berdua

Cuma ada satu krayon ungu. Baby Mo dan Baby Ais sama-sama mau. Umi menahan diri untuk tidak langsung melerai.
Pagi tadi cuma ada satu krayon ungu yang masih utuh. Baby Mo memegangnya duluan, Baby Ais menariknya. Dua tangan kecil, satu krayon, dan suara "punya Ais!" yang pertama kali Umi dengar sejelas itu.
Refleks Umi mau langsung ambil krayonnya dan beli yang baru nanti sore. Tapi Umi tahan. Umi cuma duduk di lantai, sejajar mata mereka, dan bilang pelan: "Gantian, ya. Mo dulu warnai bulan, terus krayonnya buat Ais warnai bintang."
Butuh tiga kali diulang. Tapi akhirnya Baby Mo melepas krayon itu ke tangan saudarinya — pelan, ragu, tapi melepas. Baby Ais bilang "ankyu" (terima kasih versinya). Dan Umi diam-diam menahan napas.
Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya. (HR. Bukhari 3559, Muslim 2321)
Berbagi bukan bawaan lahir. Itu diajari, satu krayon ungu setiap kali. Umi tidak menyelesaikan masalahnya untuk mereka — Umi cuma menunjukkan jalannya, lalu memberi mereka ruang untuk memilih sendiri.
Terkait cerita ini
Parenting
Anak Tidak Mau Berbagi
Baca ceritanya →
Catatan lain
Pelukan Tidak Pernah Habis
Sepupu bayi datang menginap, dan Umi menggendongnya sepanjang hari. "Aku juga bayi!" teriak Baby Mo. Apakah sayang Umi bisa habis?
Baby Mo & Baby AisPasukan Pemungut Sampah
Seekor burung kecil mematuk bungkus plastik di taman. Baby Mo dan Baby Ais memutuskan sesuatu — dan taman itu tidak pernah sama lagi.