Draf cerita untuk buku Baby Mo
Keberanian Sebesar Biji Sawi

Lampu kamar dimatikan, dan gelap terasa sangat besar. Bagaimana Baby Mo menemukan keberanian yang lebih besar dari rasa takutnya?
Klik. Umi mematikan lampu kamar.
Tiba-tiba kamar Baby Mo terasa sangat besar dan sangat gelap. Bayangan lemari terlihat seperti raksasa. Bayangan gantungan baju terlihat seperti tangan-tangan panjang. Jantung Baby Mo berdebar cepat.
"Umi…" panggilnya dengan suara kecil. "Mo takut."
Umi tidak menyalakan lampu lagi. Ia juga tidak berkata "jangan takut" — karena Umi tahu, gelap memang terasa besar bagi anak sekecil itu. Ia duduk di tepi tempat tidur dan menggenggam tangan Baby Mo.
"Sayang," bisik Umi, "Mo tahu siapa yang menjaga Mo di tempat gelap?"
Baby Mo menggeleng di kegelapan.
"Allah," kata Umi. "Allah tidak pernah tidur. Saat Mo tidak bisa melihat apa-apa, Allah tetap melihat Mo. Dan Allah menjaga Mo."
Lalu Umi mengajarkan satu kalimat kecil, sekecil biji sawi. "Coba ucapkan: A'udzu bikalimatillahit-tammah… Mo minta perlindungan kepada Allah."
Baby Mo mengucapkannya pelan-pelan. Suaranya gemetar di kata pertama. Lebih mantap di kata kedua. Dan saat selesai, sesuatu yang aneh terjadi di dadanya — debar yang cepat tadi mulai melambat.
Ia memandang bayangan lemari lagi. Ternyata… cuma lemari. Bayangan gantungan baju… cuma baju. Gelap tidak berubah. Tapi hati Baby Mo yang berubah.
"Berani itu bukan berarti tidak takut," bisik Umi sambil mencium keningnya. "Berani itu takut, tapi tetap percaya Allah menjaga."
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya.
Malam itu Baby Mo tertidur dengan keberanian sebesar biji sawi di dalam dadanya. Kecil. Tapi cukup untuk membuat seluruh gelap terasa aman.
Terkait cerita ini
Doa
Doa Perlindungan untuk Anak
Baca ceritanya →
Catatan lain
Bulan yang Mengikuti Baby Mo
Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?
Baby Mo (2)Bismillah Dulu
Baby Mo selalu terburu-buru. Sampai ia menemukan satu kata kecil yang membuat semuanya terasa lebih berkah.