Hujan pertama yang mereka pandangi

Hujan turun deras. Alih-alih menutup jendela, Abi mengajak si kembar memandanginya dan berdoa.
Hujan turun deras sore tadi. Refleks Abi mau tutup jendela dan lanjut kerja. Tapi Baby Mo dan Baby Ais sudah menempel di kaca, takjub. Jadi Abi ikut duduk di antara mereka.
Abi tunjuk titik-titik air dan bilang: "Itu rezeki dari Allah, sayang. Airnya bikin pohon tumbuh, bikin kita bisa minum." Lalu kami ucap doa hujan pelan-pelan. Mereka belum paham kata-katanya, tapi paham bahwa hujan itu sesuatu yang disyukuri, bukan diganggu.
Anak belajar takjub dari kita. Kalau hujan kita sambut dengan keluhan "yah, hujan", mereka belajar mengeluh. Kalau kita sambut dengan "masya Allah, lihat", mereka belajar melihat tanda-tanda Allah di hal biasa.
Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang membawa manfaat. (HR. Bukhari 1032)
Sepuluh menit kami cuma memandangi hujan. Tidak produktif sama sekali. Tapi mungkin itu sepuluh menit terbaik hari itu.
Terkait cerita ini
Doa
Doa Ketika Hujan Turun
Baca ceritanya →
Catatan lain
Pelukan Tidak Pernah Habis
Sepupu bayi datang menginap, dan Umi menggendongnya sepanjang hari. "Aku juga bayi!" teriak Baby Mo. Apakah sayang Umi bisa habis?
Baby Mo & Baby AisPasukan Pemungut Sampah
Seekor burung kecil mematuk bungkus plastik di taman. Baby Mo dan Baby Ais memutuskan sesuatu — dan taman itu tidak pernah sama lagi.