Lewati ke konten
Baby Mo
Baby Mo & Baby AisUmi28 Mei 2026·2 menit baca

Gantian di ayunan

Baby Mo

Satu ayunan, dua anak. Umi belajar bahwa 'sabar' paling mudah diajarkan lewat hitungan.

Di taman cuma ada satu ayunan yang kosong. Baby Mo naik duluan. Baby Ais berdiri di samping, menarik-narik bajunya: giliranku, giliranku.

Umi tidak mau memaksa Baby Mo turun begitu saja — itu mengajarkan bahwa yang menangis paling kencang yang menang. Jadi Umi pakai hitungan: "Mo ayun sampai sepuluh, ya. Kita hitung bareng. Habis itu Ais." Dan kami menghitung keras-keras: satu… dua… sampai sepuluh.

Sampai hitungan sepuluh, Baby Mo turun sendiri. Bangga, malah. Sabar jadi terukur, ada ujungnya yang jelas — bukan "tunggu" yang kabur dan terasa selamanya buat anak dua tahun.

Sungguh, bersama kesulitan ada kemudahan.

Menunggu giliran adalah ibadah kecil. Dan ternyata, sepuluh hitungan adalah panjang yang pas untuk hati yang masih belajar bersabar.

Tema:AkhlakPersaudaraanSabar

Terkait cerita ini

Parenting

Rivalitas Antar Saudara

Baca ceritanya


Catatan lain