Lewati ke konten
Baby Mo
Baby Mo & Baby AisAbi18 Mei 2026·3 menit baca

Doa relay — satu doa, dua gema

Baby Mo

Sebelum tidur, Abi mulai. Baby Mo ikut setengah detik kemudian. Baby Ais ikut setengah detik setelahnya. Tiga suara, satu doa.

Sebelum tidur kemarin malam, ritual yang sama: Baby Mo dan Baby Ais di kasur kecil mereka berdampingan, Abi duduk di antara mereka. Lampu meja menyala redup. Boneka kelinci di pelukan Baby Mo, boneka domba di pelukan Baby Ais.

Abi mulai pelan: "Bismika Allahumma..."

Sebelum Abi lanjut, dari sisi Baby Mo: "Bimika..."

Setengah detik kemudian, dari sisi Baby Ais: "Mika..."

Abi diam. Mereka belum tahu apa yang baru saja mereka lakukan. Mungkin mereka pikir ini cuma kebiasaan menjelang tidur. Cuma irama. Cuma suara.

Tapi Abi tahu — sesuatu sudah mulai menempel.

Selama dua tahun, doa ini dibacakan ke telinga mereka. Belum pernah Abi minta mereka mengulang. Tidak ada sesi "ayo hafalkan, Nak." Cuma diulang, malam ke malam, sebagai suara latar tidur. Dan sekarang, tanpa Abi minta, sepotongnya kembali — dari dua arah, dengan jeda yang sedikit berbeda, seperti gema.

Ada keunikan anak kembar yang Abi pelan-pelan mulai pahami: mereka belajar dua kali. Sekali dari kita, sekali dari saudaranya. Yang satu nangkep duluan, yang satunya nangkep dari yang pertama. Bahasa, doa, kebiasaan — semua lewat dua pintu.

Ada hadits Nabi ﷺ:

"Tidaklah seorang ayah memberikan pemberian yang lebih utama bagi anaknya daripada budi pekerti yang baik." — HR. Tirmidzi

Budi pekerti, dalam praktik Abi, dimulai dari satu kalimat di malam hari. Yang Abi tahu satu malam akan tiba, ketika Abi terlalu lelah atau lupa, dan suara yang membaca doa itu bukan lagi Abi — tapi mereka berdua. Buat satu sama lain.

(Dan kadang, untuk membuat ayahnya menangis di pintu kamar.)

Tema:PersaudaraanSebelum Tidur

Terkait cerita ini

Doa

Doa Sebelum Tidur

Baca ceritanya


Catatan lain