Lewati ke konten
Baby Mo
Baby Mo & Baby AisAbi22 Mei 2026·2 menit baca

Disindir si kembar waktu makan

Baby Mo

Abi lupa baca Bismillah. Baby Mo dan Baby Ais kompak teriak "BIMIMILA!" sambil melotot. Punya anak kembar = double accountability.

Pagi tadi lagi buru-buru. Baby Mo dan Baby Ais sudah duduk di kursi makan tinggi mereka — dua piring nasi tim, dua sendok kecil yang gambar kelincinya sama. Abi nyamper kursi sambil cek HP, langsung suap.

Baby Mo menatap Abi. Baby Ais menatap Abi.

Lalu — barengan, seperti sudah latihan diam-diam — keduanya teriak:

"BIMIMILA!"

Diam sebentar. Sendok masih di mulut. Abi tarik balik, telan dulu, lalu — malu sendiri sambil ketawa: "Astaghfirullah. Bismillah."

Baby Mo balik ke piringnya. Baby Ais menatap Abi sebentar lagi, seolah memastikan, lalu juga makan.

Abi yang mengajarkan mereka Bismillah sebelum makan — pelan-pelan, beberapa bulan ini, setiap waktu makan. Awalnya cuma Abi yang ucap, mereka cuma mendengar sambil ngunyah. Belakangan satu kata itu mulai muncul: "BimimiLA" — kadang dari Baby Mo, kadang dari Baby Ais, kadang barengan kayak pagi tadi.

Ada hadits yang sering dikutip di group-group WhatsApp:

"Jika salah seorang dari kalian makan, hendaklah dia menyebut nama Allah. Jika dia lupa di awal, hendaklah dia ucapkan: Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi." — HR. Abu Dawud, Tirmidzi

Pintu cadangan, kalau lupa. Tapi pelajaran lain pagi itu: punya anak kembar berarti punya dua "auditor" sekaligus. Kalau satu lupa mengoreksi, yang satunya yang inget. Susah sembunyi.

Yang lebih penting lagi: mereka tidak nge-judge. Tidak marah. Cuma menunjuk fakta — sambil melotot, ya, tapi tanpa marah. Anak-anak menyerap apa yang sering mereka dengar, lalu memantulkannya kembali ke kita di waktu yang sering tidak kita duga.

Tema:PersaudaraanAdab

Terkait cerita ini

Doa

Doa Sebelum Makan

Baca ceritanya


Catatan lain