Lewati ke konten
Baby Mo

Draf cerita untuk buku Baby Mo

Baby Mo & Baby AisCerita Anak4 Juni 2026ยท6 menit baca

Bulan yang Mengikuti Baby Mo

Baby Mo

Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?

Malam itu Baby Mo dan Baby Ais pulang naik mobil. Di luar jendela, langit sudah gelap dan penuh taburan bintang. Lalu Baby Mo melihatnya โ€” sebuah bulan besar bulat berwarna keperakan.

"Umi!" seru Baby Mo. "Bulannya jalan! Bulannya ngikutin Mo!"

Memang benar. Setiap kali mobil belok, bulan ikut belok. Mobil ngebut, bulan ikut ngebut. Baby Mo melambai. "Hai, Bulan!" Dan ia yakin sekali bulan itu melambai balik.

"Tahukah kamu," kata Abi pelan, "kenapa bulan terlihat mengikuti kita?" Baby Mo menggeleng, matanya berbinar. "Karena bulan itu sangat, sangat jauh. Jauuuh sekali. Jadi walaupun mobil kita bergerak, bulan terlihat tetap di tempatnya โ€” seakan-akan ia setia menemani kita pulang."

Baby Ais menempelkan hidungnya ke kaca. "Bu-yan," bisiknya kagum.

"Dan ada rahasia lagi," lanjut Abi. "Bulan itu sebenarnya tidak punya cahaya sendiri. Cahaya bulan itu pinjaman dari matahari! Matahari menyinari bulan, lalu bulan memantulkannya ke kita, supaya malam tidak terlalu gelap. Allah yang mengaturnya sebagai lampu malam untuk seluruh dunia."

"Lampu malam sedunia," ulang Baby Mo takjub. Ia membayangkan satu lampu tidur raksasa untuk semua anak di bumi.

Sampai di rumah, mata Baby Mo sudah berat. Tapi ia belum mau tidur. "Mo nggak ngantuk," katanya โ€” sambil menguap lebar sekali, "hoaaahm" โ€” sampai Baby Ais ikut menguap. (Tahukah kamu? Menguap itu menular. Kalau satu orang menguap, yang lain sering ikut. Coba perhatikan!)

Abi tergelak. "Badan kecilmu sudah bekerja keras seharian, Sayang. Tidur itu seperti mengisi baterai. Saat kamu tidur, badanmu diam-diam memperbaiki dirinya, supaya besok kamu bisa berlari dan bermain lagi."

Maka Baby Mo dan Baby Ais naik ke tempat tidur. Abi mematikan lampu, dan dari jendela, bulan keperakan itu masih mengintip, setia menjaga.

"Sebelum tidur, kita titipkan diri kita kepada Allah, ya," bisik Abi. Lalu mereka membaca bersama, pelan-pelan:

Bismika Allahumma ahyaa wa amuut. โ€” Dengan nama-Mu, ya Allah, aku hidup dan aku mati.

"Artinya," kata Abi, "saat kita tidur dan tidak bisa melihat apa-apa, Allah tetap melihat kita. Allah tidak pernah tidur. Jadi kita bisa tidur dengan tenang."

Baby Mo memandang bulan untuk terakhir kali. "Selamat malam, Bulan," gumamnya. "Allah jaga kita semua."

Dan dengan itu, mata kecilnya pun terpejam โ€” di bawah lampu malam sedunia yang dinyalakan Allah, khusus untuk anak-anak yang akan tidur.

Selamat tidur, ya, Sayang. Mimpi indah. ๐ŸŒ™

Tema:Sebelum TidurSains & Fakta Seru

Terkait cerita ini

Doa

Doa Sebelum Tidur

Baca ceritanya โ†’

๐ŸŽฌ Tonton lagunya di Baby Mo

Putar bersama si kecil setelah membaca ceritanya ๐ŸŽต


Catatan lain