Berani di ruang dokter

Imunisasi, jarum, dan tangis. Umi belajar bahwa berani bukan berarti tidak takut.
Hari imunisasi. Baby Mo lihat jarum, langsung menempel ke Umi. Umi tidak bilang "jangan takut" — karena dia memang pantas takut, dan menyangkalnya cuma bikin dia merasa sendirian.
Umi bilang: "Sakit sebentar, terus selesai. Umi pegang erat-erat, ya." Umi peluk, baca doa minta perlindungan pelan di telinganya. Dia tetap nangis waktu disuntik. Tapi nangis sambil dipeluk berbeda dengan nangis sambil ditinggal.
Berani bukan berarti tidak takut; berani berarti takut tapi tetap dilewati dengan ada yang menemani. Umi mau Baby Mo tumbuh tahu bahwa dia tidak harus pura-pura kuat — dia cukup tahu bahwa Umi selalu memeluk saat hal sulit datang.
Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah. (HR. Bukhari 5743, Muslim 2191)
Lima menit kemudian dia sudah ketawa lagi sambil pegang stiker. Tapi yang Umi harap dia ingat seumur hidup: saat takut, ada tangan yang menggenggam.
Terkait cerita ini
Doa
Doa Ketika Sakit
Baca ceritanya →
Catatan lain
Pelukan Tidak Pernah Habis
Sepupu bayi datang menginap, dan Umi menggendongnya sepanjang hari. "Aku juga bayi!" teriak Baby Mo. Apakah sayang Umi bisa habis?
Baby Mo & Baby AisPasukan Pemungut Sampah
Seekor burung kecil mematuk bungkus plastik di taman. Baby Mo dan Baby Ais memutuskan sesuatu — dan taman itu tidak pernah sama lagi.