Draf cerita untuk buku Baby Mo
Bahasa Rahasia Si Kembar

Baby Mo dan Baby Ais sering mengobrol dengan kata-kata yang tidak dimengerti siapa pun — kecuali mereka berdua. Apa, ya, yang mereka bicarakan?
Pagi-pagi, Umi mendengar suara dari kamar anak-anak. "Da-bu-da?" tanya Baby Mo. "Mbe-mbe-ya!" jawab Baby Ais. Lalu keduanya tertawa terbahak-bahak, seakan baru saja mendengar lelucon paling lucu sedunia.
Umi mengintip. Baby Mo memberikan satu balok merah kepada Baby Ais sambil berkata, "Tu-tu?" Baby Ais menerimanya dan menjawab mantap, "Tu-tu!" Lalu mereka tos dengan tangan gemuk mereka.
Umi tersenyum bingung. "Mereka ngomong apa, sih?" Tidak ada satu kata pun yang ia kenali. Tapi anehnya, Baby Mo dan Baby Ais saling mengerti dengan sempurna. Kalau Baby Ais berkata "nyam-nyam", Baby Mo langsung mengambilkan biskuit. Kalau Baby Mo berkata "wush!", Baby Ais langsung berlari ke jendela melihat burung.
(Tahukah kamu? Ini benar-benar terjadi pada banyak anak kembar! Para ahli menyebutnya "bahasa kembar". Karena setiap hari bersama sejak di dalam perut Umi, anak kembar kadang menciptakan kata-kata kecil yang hanya mereka berdua yang mengerti. Bukan sihir — tapi memang ajaib, ya?)
Siang itu Abi pulang dan ikut penasaran. "Coba Abi tebak," katanya. Ia menunjuk boneka beruang. "Ini namanya apa?" Baby Mo dan Baby Ais berpandangan, lalu serempak menjawab, "Bo-bo!" Abi tertawa. "Bo-bo? Wah, Abi belajar bahasa baru hari ini."
Tapi yang paling membuat Umi terharu adalah malam harinya. Baby Ais terbangun sebentar, sedikit takut karena mimpi. Sebelum Umi sempat datang, Baby Mo sudah lebih dulu menggenggam tangan saudarinya dan berbisik pelan, "Da-da. Da-da." Entah apa artinya. Tapi Baby Ais langsung tenang, lalu tertidur lagi.
Mungkin "da-da" artinya, "Ada Mo di sini. Jangan takut."
Umi memandang dua anak kembarnya dari pintu. Mereka punya banyak hal yang sama: wajah yang mirip, ulang tahun yang sama, mainan yang sama. Tapi yang paling istimewa adalah ini — sebuah bahasa kecil yang hanya milik mereka berdua. Sebuah tali tak terlihat yang Allah ikatkan di hati keduanya.
Orang-orang beriman itu bersaudara.
"Semoga kalian selalu saling mengerti, ya," bisik Umi, "bahkan saat kalian sudah besar nanti dan tidak lagi berkata 'da-bu-da'."
Dan di kamar yang temaram itu, dua anak kembar tidur berdampingan — masih saling menggenggam tangan, dalam bahasa yang tidak butuh kata-kata.
Punya saudara itu seperti punya sahabat sejak hari pertama. Masya Allah. 💛
Terkait cerita ini
Hadis
Bermainlah seperti anak-anak bersama anakmu
Baca ceritanya →
Catatan lain
Bulan yang Mengikuti Baby Mo
Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?
Baby Mo (2)Bismillah Dulu
Baby Mo selalu terburu-buru. Sampai ia menemukan satu kata kecil yang membuat semuanya terasa lebih berkah.