Draf cerita untuk buku Baby Mo
Ayam Jago Paling Pagi

Siapa yang bangun paling pagi di dunia? Baby Ais bertekad mengalahkan Pak Ayam Jago. Tapi pagi menyimpan kejutan yang lebih besar.
"Kukuruyuuuk!"
Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar naik, suara Pak Ayam Jago tetangga sudah membangunkan seisi kampung. Dan setiap pagi, Baby Ais merasa kesal sedikit. "Pak Ayam selalu menang," gerutunya. "Ais mau bangun paling pagi sedunia!"
Maka suatu malam, Baby Ais bertekad. Ia tidur lebih awal, memeluk boneka beruangnya erat-erat. "Besok," bisiknya, "Ais yang menang."
Keesokan harinya, Baby Ais membuka mata di kegelapan yang masih biru keabu-abuan. Belum ada suara ayam! Ia melompat ke jendela. "Ais menang! Ais menang!" โ rambutnya berdiri ke segala arah, persis seperti jambul Pak Ayam Jago. Baby Mo yang ikut terbangun terkikik melihatnya.
Tapi tungguโฆ ternyata Baby Ais tidak sendirian.
Dari pohon di luar, terdengar seekor burung kecil mulai bernyanyi. Lalu burung kedua. Lalu ketiga. Pelan-pelan, seluruh pohon dipenuhi kicauan โ seperti paduan suara. (Tahukah kamu? Para ahli menyebutnya "paduan suara fajar". Burung-burung memang bernyanyi paling ramai saat pagi mulai datang, seakan mengucapkan selamat pagi pada dunia.)
"Wah," bisik Baby Ais, takjub. "Burung-burung bangun lebih pagi dari Ais."
Lalu โ "Kukuruyuuuk!" โ Pak Ayam Jago pun ikut. Baby Ais tertawa. Ia mencoba menirukannya, "Ku-ku-yuuu!" Suaranya lucu sekali sampai Baby Mo terguling-guling.
Umi masuk sambil tersenyum. "Masya Allah, sudah bangun pagi sekali. Tahukah kalian, ada satu hal yang bangun lebih dulu dari burung dan ayam?"
"Apa, Umi?" tanya Baby Ais.
"Hati yang bersyukur," kata Umi lembut. "Saat kita tidur, kita seperti 'dititipkan' kepada Allah. Lalu setiap pagi, Allah mengembalikan nyawa dan kekuatan kita, supaya kita bisa membuka mata lagi. Itu hadiah besar! Maka kita ucapkan terima kasih dulu."
Mereka pun duduk bersila, dan membaca pelan-pelan doa bangun tidur:
Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur. โ Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami kembali.
"Jadi," kata Baby Ais sambil berpikir keras, "Ais memang nggak menang lawan burung. Tapi Ais menang karena bilang terima kasih duluan?"
Umi memeluknya. "Itu kemenangan yang paling indah, Sayang."
Pagi itu matahari akhirnya naik, hangat dan keemasan. Burung-burung masih bernyanyi, Pak Ayam masih berkokok, dan dua anak kembar memulai hari mereka dengan satu kalimat syukur.
Selamat pagi, dunia! Selamat pagi dari Baby Mo dan Baby Ais. โ๏ธ
Terkait cerita ini
Doa
Doa Bangun Tidur
Baca ceritanya โ
๐ฌ Tonton lagunya di Baby Mo
Putar bersama si kecil setelah membaca ceritanya ๐ต
Catatan lain
Bulan yang Mengikuti Baby Mo
Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?
Baby Mo (2)Bismillah Dulu
Baby Mo selalu terburu-buru. Sampai ia menemukan satu kata kecil yang membuat semuanya terasa lebih berkah.