Baby Ais dan kucing kecil

Seekor kucing lewat. Baby Ais mau menariknya kasar — lalu belajar tangan yang lembut.
Kucing kampung lewat di teras. Baby Ais girang, langsung mau menarik ekornya. Umi tahan tangannya pelan: "Sayang, pelan. Kucingnya juga sakit kalau ditarik."
Umi pegang tangan kecilnya, ajari mengelus dari kepala ke punggung. Pelan. Kucing itu diam, malah mendengkur. Mata Baby Ais membulat — wow — takjub bahwa lembut menghasilkan sesuatu yang kasar tidak bisa.
Kasih sayang ke makhluk kecil adalah latihan pertama kasih sayang ke manusia. Anak yang belajar lembut pada kucing belajar bahwa kekuatan bukan untuk menyakiti. Itu pelajaran besar yang masuk lewat bulu kucing.
Para penyayang akan disayangi oleh Yang Maha Penyayang.
Kucingnya pergi setelah beberapa menit. Tapi Baby Ais masih menatap tangannya sendiri, seperti baru menemukan kekuatan baru: tangan yang lembut.
Terkait cerita ini
Hadis
Yang tidak menyayangi tidak akan disayangi
Baca ceritanya →
Catatan lain
Bulan yang Mengikuti Baby Mo
Sepanjang perjalanan pulang, bulan terus mengikuti mobil. Apakah bulan benar-benar teman Baby Mo? Dan kenapa kita harus tidur, sih?
Baby Mo (2)Bismillah Dulu
Baby Mo selalu terburu-buru. Sampai ia menemukan satu kata kecil yang membuat semuanya terasa lebih berkah.