Saat tulisan ini diterbitkan (28 Mei 2026 / 12 Dzulhijjah 1447 H), umat Islam Indonesia sedang berada di hari kedua Tasyriq — dua hari setelah hari raya Idul Adha (Selasa, 26 Mei 2026). Masih dalam masa penyembelihan hewan kurban yang berlangsung hingga 13 Dzulhijjah (Jumat, 29 Mei).
Panduan ini untuk keluarga muslim Indonesia: (1) makna Idul Adha, (2) kisah Nabi Ibrahim ﷺ untuk diceritakan ke anak, (3) tata cara Sholat Ied, (4) syarat dan tata cara qurban, (5) hari Tasyriq, (6) cara melibatkan anak, (7) doa-doa penting.
Apa itu Idul Adha
Idul Adha adalah salah satu dari dua hari raya umat Islam (yang satu lagi: Idul Fitri). Jatuh pada 10 Dzulhijjah — hari ke-10 bulan terakhir dalam kalender Hijriyah. Disebut juga "Yaumun Nahr" (hari penyembelihan), karena di hari ini disunnahkan menyembelih hewan qurban sebagai napak tilas pengorbanan Nabi Ibrahim ﷺ.
Di Indonesia, Idul Adha 1447 H jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026 berdasarkan pengumuman Kementerian Agama. Penyembelihan hewan qurban dilakukan setelah Sholat Ied (10 Dzulhijjah) sampai sebelum maghrib 13 Dzulhijjah (29 Mei).
Kisah Nabi Ibrahim ﷺ — Untuk Diceritakan ke Anak
Tidak ada Idul Adha tanpa kisah ini. Setiap anak muslim sebaiknya mendengarnya, kalau bisa setiap tahun.
Nabi Ibrahim ﷺ — kekasih Allah — sudah tua dan lama menanti anak. Akhirnya Allah memberinya seorang putra: Ismail. Ketika Ismail menginjak usia yang sudah bisa berjalan dan membantu ayahnya, Nabi Ibrahim mendapat mimpi yang berulang-ulang — mimpi yang bagi seorang nabi adalah wahyu — yaitu perintah dari Allah untuk menyembelih anaknya sendiri.
Yang luar biasa dari kisah ini bukan perintahnya. Tapi jawaban Nabi Ibrahim dan Ismail. Nabi Ibrahim berbicara dulu kepada anaknya. Tidak menyembunyikan. Tidak menipu. Beliau berkata:
"Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Bagaimana pendapatmu?"
Ismail muda menjawab dengan kalimat yang membuat hati setiap orang tua bergetar:
"Wahai ayahku, kerjakan apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (QS. As-Saffat: 102)
Mereka berdua pergi ke tempat penyembelihan. Saat pisau hampir menyentuh leher Ismail, Allah mengganti Ismail dengan seekor kibas (domba) besar dari surga. Ujian sudah lulus. Perintah itu memang bukan untuk benar-benar menyembelih anak — tapi untuk menguji apakah Ibrahim dan Ismail rela menyerahkan apa yang paling mereka cintai kepada Allah.
Dari peristiwa inilah qurban Idul Adha berasal.
Cara Bercerita ke Anak (per Usia)
- Usia 3–5: Cerita pendek dengan suara naratif. "Nabi Ibrahim sayang sekali sama anaknya, namanya Ismail..." Skip detail traumatis pisau/leher; cukup "Allah suruh ayahnya untuk... percaya saja sama Allah. Allah sayang. Akhirnya yang disembelih bukan Ismail, tapi domba dari surga."
- Usia 6–8: Lebih lengkap. Jelaskan kenapa Allah menguji. Tekankan jawaban Ismail. Ajak anak bertanya: "Kalau adik jadi Ismail, kira-kira bisa nggak bilang seperti itu ke Ayah?"
- Usia 9+: Diskusikan makna spiritualnya. Apa yang paling kita cintai di dunia ini? Apakah kita rela melepaskannya untuk Allah? Qurban hewan adalah simbol — yang dilihat Allah adalah ketakwaan di hati, bukan dagingnya.
Lihat juga panduan: Cara Bercerita Kisah Nabi untuk Anak.
Sholat Idul Adha
Sholat Ied adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), dikerjakan berjamaah di lapangan terbuka atau masjid pada pagi hari 10 Dzulhijjah. Dua rakaat. Dilakukan sebelum khutbah (kebalikan dari sholat Jumat).
Tata Cara Singkat
Adab Sebelum Berangkat Sholat Ied
- Mandi sunnah pagi-pagi.
- Memakai pakaian terbaik yang dimiliki — bersih, harum, putih bila ada.
- Tidak makan sebelum sholat (kebalikan dari Idul Fitri — di Idul Adha justru sunnah menunda sarapan sampai setelah sholat / setelah daging qurban tersedia).
- Berangkat lewat jalan yang berbeda dengan pulangnya (sunnah).
- Bertakbir sepanjang perjalanan: "Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil-hamd."
Qurban — Penyembelihan Hewan
Qurban adalah ibadah inti Idul Adha. Hukumnya sunnah muakkadah bagi yang mampu (sebagian ulama Hanafi menganggapnya wajib). Yang menyembelih satu kambing/domba = pahala untuk satu orang. Satu sapi/kerbau = pahala untuk maksimal 7 orang (patungan).
Syarat Hewan Qurban
- Jenis: kambing, domba, sapi, kerbau, atau unta. (Ayam tidak sah untuk qurban.)
- Usia minimal:
- Kambing: sudah berumur ≥1 tahun
- Domba: sudah berumur ≥6 bulan dan giginya sudah berganti
- Sapi/kerbau: sudah berumur ≥2 tahun
- Unta: sudah berumur ≥5 tahun
- Sehat sempurna — tidak ada cacat yang mempengaruhi daging. Tidak buta, tidak pincang parah, tidak terlalu kurus.
- Anggota tubuh utuh — tidak putus telinganya, tidak patah tanduknya sampai akarnya, tidak putus ekor.
Cacat ringan (telinga belah sedikit, ekor terpotong sedikit) diperbolehkan oleh sebagian ulama, tapi pilih yang paling sempurna jika ada pilihan — qurban yang paling utama adalah yang paling baik.
Waktu Penyembelihan
Sah dilakukan mulai setelah sholat Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah sampai sebelum maghrib 13 Dzulhijjah. Untuk 1447 H di Indonesia: dari Selasa 26 Mei pagi sampai Jumat 29 Mei sore.
Penyembelihan sebelum sholat Ied: tidak sah sebagai qurban (jadi sedekah biasa saja, kata Nabi ﷺ).
Tata Cara Menyembelih
- Hadapkan hewan ke arah kiblat.
- Baringkan di sisi kiri, ikat kakinya kecuali kaki kanan belakang.
- Pisau harus tajam — Rasulullah ﷺ memerintahkan menyembelih dengan cepat agar hewan tidak menderita.
- Penyembelih membaca:
بِسْمِ اللَّهِ، اَللَّهُ أَكْبَر، اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، تَقَبَّلْ مِنِّي يَا كَرِيم
Bismillah, Allahu akbar. Allahumma haadzaa minka wa laka, taqabbal minnii yaa Kariim.
"Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah dariku wahai Yang Maha Pemurah."
- Sembelih dengan satu gerakan tegas — putus saluran napas, saluran makanan, dan dua urat darah leher.
- Tunggu hewan tenang sepenuhnya sebelum dikuliti.
Distribusi Daging Qurban
Daging qurban dibagi menjadi tiga bagian (umumnya):
- 1/3 untuk keluarga yang berqurban — boleh dimakan, disimpan, dimasak menjadi hidangan.
- 1/3 untuk kerabat dan tetangga — termasuk yang non-muslim.
- 1/3 untuk fakir miskin — yang paling membutuhkan.
Pembagian ini sunnah; pembagian lain juga sah selama tidak menjual sebagian darinya. Yang menyembelih tidak boleh menjual daging atau kulit qurban (kecuali untuk kepentingan fakir miskin lewat panitia).
Tiga Cara Berqurban di Indonesia 2026
1. Qurban Langsung di Kampung / Masjid Setempat
Yang paling tradisional. Beli hewan di peternak/pasar hewan, bawa ke masjid, panitia menyembelih dan membagikan ke warga setempat.
- Biaya 2026: Kambing Rp 3,5–6 juta; sapi 1/7 orang Rp 4–7 juta.
- Kelebihan: langsung kontribusi ke lingkungan sekitar, anak bisa ikut menyaksikan, suasana komunal.
- Kekurangan: di daerah perkotaan yang sudah surplus daging, manfaatnya tidak sebesar di daerah miskin.
2. Qurban Lewat Lembaga Amil (Online)
Lembaga seperti Dompet Dhuafa, BAZNAS, Aksi Cepat Tanggap (ACT), Rumah Zakat, dan banyak lainnya menerima qurban online. Hewan disembelih di daerah pelosok / luar negeri (Palestina, Yaman, Suriah) yang membutuhkan.
- Biaya 2026: Kambing Rp 2,4–3 juta (program luar negeri lebih murah karena harga hewan beda).
- Kelebihan: dampak lebih besar di daerah yang benar-benar kekurangan, bisa qurban dari mana saja, transparan via laporan.
- Kekurangan: tidak menyaksikan langsung, anak tidak terlibat fisik.
3. Qurban Patungan Sapi 1/7
Tujuh orang patungan satu sapi. Setiap orang dapat porsi 1/7 dari biaya sapi. Lebih terjangkau dari beli kambing sendiri.
- Biaya 2026: Rp 4–7 juta per orang (1/7 sapi).
- Cocok untuk: jamaah masjid, kantor, keluarga besar yang ingin berqurban bersama.
- Tata cara: niat ditetapkan masing-masing dari 7 orang. Bukan satu orang qurban dengan niat 7 orang.
Hari Tasyriq (11–13 Dzulhijjah)
Tiga hari setelah Idul Adha disebut hari Tasyriq. Untuk Indonesia 1447 H: Rabu 27 Mei – Jumat 29 Mei 2026.
Aturan Khusus Hari Tasyriq
- Dilarang berpuasa — Nabi ﷺ bersabda hari-hari ini adalah "hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah" (HR. Muslim). Yang sedang qadha puasa Ramadan pun ditunda.
- Masih dianjurkan takbir — Mulai dari subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) sampai ashar hari Tasyriq terakhir (13 Dzulhijjah), disunnahkan takbir setelah setiap sholat fardhu.
- Masih boleh menyembelih qurban — Penyembelihan sah sampai sebelum maghrib 13 Dzulhijjah.
- Banyak-banyak dzikir — Allah berfirman: "Dan berdzikirlah (dengan menyebut) nama Allah dalam hari-hari yang sudah ditentukan." (QS. Al-Baqarah: 203) — yang dimaksud adalah hari Tasyriq.
Cara Melibatkan Anak
Idul Adha tanpa keterlibatan anak hanya akan jadi "hari libur." Dengan keterlibatan, jadi kenangan emosional yang dibawa seumur hidup. Beberapa cara:
Sehari Sebelum (9 Dzulhijjah)
- Ceritakan ulang kisah Nabi Ibrahim dan Ismail sebelum tidur.
- Siapkan pakaian Ied bersama — anak pilih baju sendiri yang akan dipakai esok.
- Ajarkan takbir Idul Adha — anak ulang sambil bermain.
Pagi Idul Adha
- Bangunkan anak lebih awal — ini hari spesial, bukan hari biasa.
- Mandi, pakai pakaian terbaik, parfum (untuk yang lebih besar).
- Berangkat ke lapangan sholat Ied — kalau anak masih kecil dan lapangan terbuka, gendong/dorong stroller.
- Pulang lewat jalan berbeda — sebagai aktivitas eksplorasi anak ("ayo coba jalan satunya").
Saat Penyembelihan Qurban
- Usia 0–4: Jangan bawa ke tempat penyembelihan. Trauma visual + bau bisa lama menempel.
- Usia 5–7: Boleh saksikan dari jarak agak jauh, sambil dipegangi orang tua. Jelaskan pelan: "Hewan ini ibadah, untuk Allah, untuk dibagikan ke orang yang butuh." Jangan paksa kalau anak tidak mau melihat.
- Usia 8+: Bisa lebih dekat, bahkan ikut membantu memegang hewan (untuk anak yang siap). Banyak anak Indonesia merasakan momen ini sebagai pengalaman spiritual mendalam.
Saat Membagikan Daging
- Ajak anak ikut mengantar daging ke tetangga atau panti asuhan. Biarkan dia yang mengetuk pintu dan memberi langsung.
- Jelaskan: "Daging ini bukan untuk kita semua — ini hadiah untuk orang yang jarang makan daging."
- Ajarkan ucapan saat memberi: "Idul Adha Mubarak, semoga berkah."
Saat Makan Bersama
- Masak sate/gulai/rendang bersama anak (sesuai usia). Anak yang ikut memasak akan lebih menghargai daging tersebut.
- Sebelum makan, baca doa sebelum makan bersama keras-keras.
- Ceritakan ulang ke anak: "Dulu Nabi Ibrahim siap menyembelih Ismail untuk Allah. Sekarang kita menyembelih hewan untuk dibagikan. Itulah qurban."
Doa-Doa Penting Idul Adha
1. Takbir Idul Adha (Sejak 9 Dzulhijjah Subuh – 13 Dzulhijjah Ashar)
اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallah, wallahu akbar. Allahu akbar, wa lillahil-hamd.
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, dan bagi-Nya segala pujian."
2. Doa Saat Berqurban
بِسْمِ اللَّهِ، اَللَّهُ أَكْبَر، اَللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ، عَنْ [نَامَ مَنْ يَضَحِّي]
Bismillah, Allahu akbar. Allahumma minka wa laka, 'an [sebut nama orang yang berqurban].
"Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, [qurban ini] dari-Mu dan untuk-Mu, dari [nama]."
3. Ucapan Selamat Idul Adha
Yang sunnah dari para sahabat:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
Taqabbalallahu minnaa wa minkum.
"Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kalian."
Bukan "Selamat Idul Adha, Mohon Maaf Lahir Batin" — itu lebih khusus untuk Idul Fitri (di Idul Adha tidak ada konsep saling maaf-memaafkan secara khusus).
Yang Harus Dihindari
- Berpuasa di hari Idul Adha dan Tasyriq — haram bagi muslim (kecuali jamaah haji yang qiran/tamattu' dan tidak punya hadyu, boleh puasa hari Tasyriq).
- Memamerkan qurban di media sosial — ibadah yang dipamerkan bisa hilang pahalanya. Boleh memberitahu sebagai dakwah, tapi hindari tonjolkan diri.
- Menyembelih sebelum sholat Ied — tidak sah sebagai qurban.
- Memilih hewan termurah dan jelek — qurban adalah pemberian terbaik untuk Allah. Pilih hewan yang sehat dan baik dalam batas kemampuan.
- Menjual kulit atau daging qurban — yang menyembelih tidak boleh menjual sebagian dari qurban. Boleh dimakan, dihadiahkan, atau disedekahkan.
- Mengejek atau memaksa anak yang takut melihat sembelihan — anak punya kepekaan berbeda; hormati.
Penutup
Idul Adha adalah hari raya pengorbanan — bukan hanya pengorbanan hewan, tapi pengorbanan dari hal-hal yang paling kita cintai untuk Allah. Bagi anak, ini adalah satu-satunya hari raya yang melibatkan darah dan daging dan komunitas dan kisah heroik — campuran yang langka. Manfaatkan.
Tahun depan, anak Anda akan ingat: "Tahun lalu Ayah/Ibu ajak saya bagi daging ke tetangga." Atau: "Tahun lalu saya pegang kambing pertama kali." Atau: "Tahun lalu Bunda cerita Nabi Ibrahim sebelum tidur dan saya nggak bisa tidur karena pikirin Ismail."
Itulah Idul Adha. Bukan hari libur — hari yang membentuk identitas.
Taqabbalallahu minnaa wa minkum.