Al-Alaq
الْعَلَق
Artinya: Segumpal Darah
Inilah wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad ﷺ di Gua Hira — dimulai dengan satu kata: "Bacalah!" Surat tentang ilmu dan kemuliaan membaca.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ
Iqra' bismi rabbikal-ladzii khalaq
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
خَلَقَ الْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ
Khalaqal-insaana min 'alaq
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
Iqra' wa rabbukal-akram
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
الَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
Alladzii 'allama bil-qalam
yang mengajar (manusia) dengan pena.
عَلَّمَ الْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
'Allamal-insaana maa lam ya'lam
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
كَلَّآ إِنَّ الْإِنسَٰنَ لَيَطْغَىٰٓ
Kallaa innal-insaana layathghaa
Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,
أَن رَّءَاهُ اسْتَغْنَىٰٓ
Ar ra-aahus-taghnaa
apabila melihat dirinya serba cukup.
إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰٓ
Inna ilaa rabbikar-ruj'aa
Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali.
أَرَءَيْتَ الَّذِى يَنْهَىٰ
Ara-aital-ladzii yanhaa
Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,
عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ
'Abdan idzaa shallaa
seorang hamba ketika dia melaksanakan sholat?
أَرَءَيْتَ إِن كَانَ عَلَى الْهُدَىٰٓ
Ara-aita in kaana 'alal-hudaa
Bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang) itu berada di atas petunjuk,
أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَىٰٓ
Au amara bit-taqwaa
atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
أَرَءَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ
Ara-aita in kadzdzaba wa tawallaa
Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?
أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ
Alam ya'lam bi-annallaaha yaraa
Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?
كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًۢا بِالنَّاصِيَةِ
Kallaa la-il lam yantahi lanasfa'am bin-naashiyah
Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti, niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,
نَاصِيَةٍ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍ
Naashiyatin kaadzibatin khaathi-ah
(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ
Fal-yad'u naadiyah
Maka biarlah dia memanggil kawan-kawannya (untuk menolong),
سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ
Sanad'uz-zabaaniyah
Kami pun akan memanggil malaikat Zabaniyah (penyiksa).
كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِب
Kallaa, laa tuthi'hu wasjud waqtarib
Sekali-kali tidak! Janganlah engkau patuh kepadanya; tetapi sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah).
Tafsir Sederhana untuk Anak
Lima ayat pertama surat ini adalah wahyu yang paling awal turun. Allah memerintahkan "Iqra" — bacalah — dengan menyebut nama Tuhan yang menciptakan, dan mengajarkan manusia dengan pena hal-hal yang belum diketahuinya. Betapa Allah memuliakan ilmu! Ayat berikutnya memperingatkan orang yang sombong karena merasa cukup dan bahkan melarang orang lain beribadah. Surat ditutup dengan perintah untuk tidak menaatinya, lalu sujud dan mendekat kepada Allah. Untuk anak: belajar dan membaca adalah ibadah, dan ilmu pertama selalu diawali dengan nama Allah.
Kapan dibaca
Indah dibaca saat mengenalkan anak pada pentingnya membaca dan belajar, serta kisah turunnya wahyu pertama. Ayat terakhir adalah ayat sajdah.
- Tema
- wahyu pertamamembacailmuiqrasujud
- Jumlah Ayat
- 19