Lewati ke konten
Baby Mo
Surat ke- 9619 ayat·Makkiyah·Juz 30

Al-Alaq

الْعَلَق

Artinya: Segumpal Darah

Inilah wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad ﷺ di Gua Hira — dimulai dengan satu kata: "Bacalah!" Surat tentang ilmu dan kemuliaan membaca.

1

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ

Iqra' bismi rabbikal-ladzii khalaq

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,

2

خَلَقَ الْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ

Khalaqal-insaana min 'alaq

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ

Iqra' wa rabbukal-akram

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

4

الَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

Alladzii 'allama bil-qalam

yang mengajar (manusia) dengan pena.

5

عَلَّمَ الْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

'Allamal-insaana maa lam ya'lam

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

6

كَلَّآ إِنَّ الْإِنسَٰنَ لَيَطْغَىٰٓ

Kallaa innal-insaana layathghaa

Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,

7

أَن رَّءَاهُ اسْتَغْنَىٰٓ

Ar ra-aahus-taghnaa

apabila melihat dirinya serba cukup.

8

إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰٓ

Inna ilaa rabbikar-ruj'aa

Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali.

9

أَرَءَيْتَ الَّذِى يَنْهَىٰ

Ara-aital-ladzii yanhaa

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,

10

عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ

'Abdan idzaa shallaa

seorang hamba ketika dia melaksanakan sholat?

11

أَرَءَيْتَ إِن كَانَ عَلَى الْهُدَىٰٓ

Ara-aita in kaana 'alal-hudaa

Bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang) itu berada di atas petunjuk,

12

أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَىٰٓ

Au amara bit-taqwaa

atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

13

أَرَءَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ

Ara-aita in kadzdzaba wa tawallaa

Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?

14

أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ

Alam ya'lam bi-annallaaha yaraa

Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?

15

كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًۢا بِالنَّاصِيَةِ

Kallaa la-il lam yantahi lanasfa'am bin-naashiyah

Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti, niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,

16

نَاصِيَةٍ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍ

Naashiyatin kaadzibatin khaathi-ah

(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

17

فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ

Fal-yad'u naadiyah

Maka biarlah dia memanggil kawan-kawannya (untuk menolong),

18

سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ

Sanad'uz-zabaaniyah

Kami pun akan memanggil malaikat Zabaniyah (penyiksa).

19

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِب

Kallaa, laa tuthi'hu wasjud waqtarib

Sekali-kali tidak! Janganlah engkau patuh kepadanya; tetapi sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah).

Tafsir Sederhana untuk Anak

Lima ayat pertama surat ini adalah wahyu yang paling awal turun. Allah memerintahkan "Iqra" — bacalah — dengan menyebut nama Tuhan yang menciptakan, dan mengajarkan manusia dengan pena hal-hal yang belum diketahuinya. Betapa Allah memuliakan ilmu! Ayat berikutnya memperingatkan orang yang sombong karena merasa cukup dan bahkan melarang orang lain beribadah. Surat ditutup dengan perintah untuk tidak menaatinya, lalu sujud dan mendekat kepada Allah. Untuk anak: belajar dan membaca adalah ibadah, dan ilmu pertama selalu diawali dengan nama Allah.

Kapan dibaca

Indah dibaca saat mengenalkan anak pada pentingnya membaca dan belajar, serta kisah turunnya wahyu pertama. Ayat terakhir adalah ayat sajdah.

Tema
wahyu pertamamembacailmuiqrasujud
Jumlah Ayat
19